Suarapantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat revitalisasi Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, yang menjadi penghubung strategis antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Jembatan yang melintasi Sungai Dengkeng itu berada pada ruas Karangwuni-batas DIY dan menjadi jalur penghubung Klaten, Gunungkidul, serta Sukoharjo. Perbaikannya dinilai penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Komisi D DPRD Provinsi Jateng meninjau langsung proyek revitalisasi tersebut pada Senin (10/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memantau perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana.
Dalam kunjungan itu, Komisi D didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PU BMCK) Provinsi Jateng, Temmy Purboyono. Ia menjelaskan, pekerjaan yang tengah berlangsung merupakan pembangunan jembatan baru dengan bentang 40 meter. Struktur bangunan atas menggunakan rangka baja, sementara jalan pendekat yang turut dikerjakan memiliki panjang 150 meter.
“Target pekerjaan adalah pembangunan satu jembatan dengan bentang 40 meter, menggunakan bangunan atas rangka baja dan jalan pendekat sepanjang 150 meter,” jelas Temmy.
Proyek tersebut memiliki nilai pagu anggaran Rp22,4 miliar, dengan nilai kontrak Rp20,6 miliar. Masa pelaksanaan selama 180 hari kalender, terhitung sejak 25 Juni hingga 21 Desember 2026. Setelah pekerjaan konstruksi selesai, jembatan akan menjalani masa pemeliharaan selama 365 hari kalender untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap terjaga.
Sebelumnya, jembatan lama dibongkar total mulai Jumat (10/7/2026). Perombakan infrastruktur yang didanai Pemprov Jateng itu melibatkan empat unit alat berat jenis drill dan ekskavator. Selama pengerjaan berlangsung, akses jalan ditutup total dari arah utara maupun selatan.
Camat Cawas, Joko Purwanto, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik berupa peruntuhan bangunan jembatan lama sudah dimulai. Pihaknya memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan karena tersedianya rute alternatif.
“Mulai hari ini sudah mulai dibongkar. Kalau terdampak iya terdampak, namun hanya sementara,” kata Joko Purwanto.
Kendaraan jenis bus dan truk yang datang dari arah utara atau Kecamatan Pedan dialihkan menuju Ngaran, Kecamatan Ceper. Sementara itu, kendaraan roda dua dan mobil pribadi diarahkan ke arah barat melalui Jembatan Talang di Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, serta Plosowangi, Kecamatan Cawas. Pengendara juga bisa memilih jalur timur melewati Jembatan Baran.
Revitalisasi Jembatan Dengkeng merupakan bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur Pemprov Jateng untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebelumnya menegaskan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru.
“Jalan ini kita bangun bukan sekadar fisiknya, tetapi agar pergerakan orang dan barang bisa berjalan dengan lancar dan aman. Kalau infrastrukturnya baik, konektivitas wilayah meningkat dan ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” katanya.
Sumber: DPRD Jateng, Humas Pemprov Jateng, detikJateng.