Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun hingga Triwulan III-2026, Serap 340 Ribu Pekerja

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: Radar Pekalongan

Suarapantura.com - Realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan kinerja positif hingga triwulan III-2026. Total penanaman modal yang masuk tercatat mencapai Rp72,54 triliun dari 82.420 proyek usaha, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 340.334 orang.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat membuka acara Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 Tahun 2026 yang berlangsung di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Kota Semarang, Rabu (21/10/2026).

Luthfi merinci, dari total realisasi Rp72,54 triliun tersebut, porsi Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi dengan nilai Rp40,77 triliun. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang sebesar Rp31,77 triliun.

Adapun lima daerah dengan realisasi investasi tertinggi adalah Kabupaten Kendal sebesar Rp13,61 triliun, Kota Semarang Rp9,07 triliun, Kabupaten Batang Rp8,54 triliun, Kabupaten Temanggung Rp5,05 triliun, dan Kabupaten Demak Rp4,29 triliun.

115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang
Baca Juga · Jateng Pantura
115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang

Menurut Luthfi, tingginya realisasi investasi di Kendal dan Batang menunjukkan kawasan industri terpadu di koridor Pantura Jawa Tengah terus menjadi magnet utama bagi para investor, terutama pemodal asing.

Luthfi menegaskan percepatan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menilai investasi swasta serta kolaborasi antardaerah menjadi kunci memperluas kegiatan usaha dan membuka lapangan pekerjaan.

"Business forum ini ada tiga hal yang sangat krusial. Yang pertama tourism (pariwisata), yang kedua trade (perdagangan), dan yang ketiga investasi," ujar Luthfi.

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

Karena itu, Luthfi mendorong Kota Semarang menjadi pusat penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Ia menilai Kota Semarang memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi yang menghubungkan potensi daerah-daerah di sekitarnya, seperti Kendal, Demak, Grobogan, dan Salatiga.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kolaborasi antardaerah menjadi kebutuhan dalam pengembangan investasi. Sebab, Kota Semarang memiliki keterbatasan lahan untuk pembangunan kawasan industri berskala besar sehingga lebih diarahkan mengembangkan sektor perdagangan dan jasa dengan dukungan daerah penyangga.

"Kota Semarang tidak bisa sendiri. Maka kami mengundang seluruh investor untuk turut serta bersama-sama mengembangkan usaha untuk kebersamaan dan kemajuan," ujar Agustina.

Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola
Baca Juga · Jateng Pantura
Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola

Luthfi berharap penyelenggaraan forum bisnis seperti Sembiz dapat menjadi pemicu bagi kabupaten/kota lain untuk memperkenalkan potensi investasi, perdagangan, dan pariwisata di wilayah masing-masing.

Sumber: detikNews, Radar Pekalongan.

Tags:
#jawa tengah#investasi#ahmad luthfi#semarang#tenaga kerja
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…