Suarapantura.com - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai industri film berpotensi menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan cerita dan budaya Kota Semarang. Hal itu disampaikannya saat menjadi panelis Jakarta Film Summit (JFS) 2026 di Park Hyatt Hotel, Menteng, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Dalam forum tersebut, Agustina memaparkan peluang pengembangan industri film berbasis potensi lokal. Menurutnya, kegiatan produksi film dapat melibatkan berbagai unsur masyarakat dan menggerakkan belanja di daerah, mulai dari penggunaan jasa hingga keterlibatan warga dalam proses produksi.
“Bagi kami film bukan hiburan. Film adalah salah satu cara untuk menjawab visi-visi kami, dan apabila bicara mengenai efek dari sebuah pembuatan film baik itu diproduksi oleh kementerian maupun dari dalam ataupun dari warga Kota Semarang, pada akhirnya langsung setiap rupiah yang dibelanjakan itu akan memberi multiplier yang luar biasa,” kata Agustina.
Agustina juga menyoroti kekayaan cerita lokal dan akulturasi budaya sebagai modal pengembangan perfilman di Kota Semarang. Ia menyebut beragam kisah masyarakat serta bangunan bersejarah seperti Lawang Sewu dapat menjadi sumber inspirasi bagi para sineas untuk menghasilkan karya yang berakar pada identitas daerah.
“Masyarakat Kota Semarang itu sadar 100% sejak dulu bahwa kita harus rukun damai dan film ini bisa menjadi messenger. Kita punya kekayaan 1.000 cerita, kita punya Lawang Sewu yang ikonik. Maka kemudian festival film pendek di Kota Semarang ini disebut Festival Film Lawang Sewu,” ujarnya.
Untuk mendukung sineas lokal, Agustina menyampaikan pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dan memberikan kemudahan bagi pelaku produksi film yang ingin berkarya di Kota Semarang. Dukungan tersebut diharapkan memperluas kesempatan belajar, mempertemukan sineas daerah dengan pelaku industri yang lebih luas, serta meningkatkan kualitas karya mereka.
“Kita siap bekerja sama dengan harapan kalau enggak dapat support duitnya kita dapat support tokoh dan ilmunya. Dan itu kemudian yang membuat road to international festival,” tambahnya.
Komitmen membangun ekosistem perfilman juga diwujudkan lewat Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Rangkaian Screening Festival & Film Week berlangsung pada 20-22 Oktober 2026 dengan menayangkan 19 film pendek pilihan di bioskop XXI Tentrem Mall Semarang, dilanjutkan Malam Anugerah pada 23 Oktober 2026 di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh.
Agustina menilai pengembangan industri film di daerah dapat berjalan seiring dengan upaya membangun ekosistem perfilman nasional. “Jakarta sedang membangun ekosistem film, Semarang juga ikut,” tandasnya.
Sumber: bahterajateng.com, rri.co.id