Suarapantura.com - Pemerintah Kota Solo resmi menjalin kerja sama kota kembar atau sister city dengan Pemerintah Kota Xi'an, China. Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, dan menjadi penanda dimulainya kemitraan resmi antara kedua kota bersejarah itu.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup lima sektor utama. Kelima sektor itu adalah pariwisata, budaya, dan sejarah; pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; ekonomi dan perdagangan; pendidikan; serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dengan cakupan tersebut, kemitraan ini tidak hanya menyasar satu bidang, melainkan dirancang menyentuh pembangunan kota secara lebih luas.
Respati menjelaskan, kemitraan Solo dan Xi'an dibangun atas prinsip saling menguntungkan. Kedua pemerintah kota sepakat untuk aktif menggelar kunjungan balasan, pertukaran timbal balik, dan menjaga komunikasi yang berkelanjutan. Ia berharap kerja sama ini menjadi penghubung yang baik antara kedua kota, mulai dari pertukaran pelajar dan pertukaran budaya hingga penguatan sektor ekonomi.
Sebelum penandatanganan kesepakatan, Respati tampil sebagai pembicara dalam forum Sister City Dialogue di Xingqing Park, Provinsi Shaanxi, China, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Forum itu dihadiri perwakilan dari berbagai negara yang menjalin kemitraan dengan Xi'an, sehingga menjadi ruang bertukar pengalaman tentang pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Respati memaparkan pendekatan pembangunan perkotaan berbasis budaya yang diterapkan di Solo. Menurutnya, Solo dan Xi'an memiliki kemiripan sebagai kota bersejarah yang terus berupaya mempertahankan identitas di tengah arus modernisasi. Di Solo, warisan seperti keraton, pasar tradisional, dan kampung bersejarah dipandang sebagai jiwa identitas kota, bukan sekadar peninggalan masa lalu.
Pendekatan itu juga menjadi alasan Solo memandang pelestarian kawasan bersejarah tidak bertentangan dengan pembangunan. Perkembangan kota, dalam pandangan tersebut, tetap perlu berjalan, tetapi karakter dan identitas budayanya harus dijaga agar tidak hilang oleh modernisasi. Gagasan inilah yang dibawa Respati ke hadapan para delegasi dari berbagai negara mitra Xi'an.
Kunjungan rombongan Pemerintah Kota Solo ke Xi'an sendiri dimulai pada Senin, 19 Oktober 2026. Rombongan yang turut melibatkan DPRD Solo itu juga menjalankan misi kesenian, dengan agenda bersama Pemerintah Kota Xi'an yang dijadwalkan berlangsung selama dua hingga tiga hari. Sekretaris Daerah Solo, Budi Murtono, sebelumnya menyampaikan harapan agar kesepakatan tersebut berujung pada program yang konkret, bukan sekadar seremoni.
Sejumlah bidang tambahan juga masuk dalam pembahasan kerja sama. Salah satunya adalah pengelolaan sampah, termasuk undangan bagi Solo untuk melihat langsung pengelolaan tempat pemrosesan akhir di Xi'an. Bidang lain yang dibahas adalah pengobatan tradisional, yang dinilai relevan dengan upaya Solo mengembangkan konsep kota yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan warganya.
Di sektor pariwisata dan budaya, Respati optimistis kerja sama ini dapat memikat lebih banyak wisatawan asal China, khususnya warga Xi'an, untuk berkunjung dan menikmati warisan budaya Solo. Sementara di bidang SDM dan investasi, kemitraan ini diharapkan membuka jalan bagi warga Solo untuk mendapatkan kesempatan berkarier di Xi'an, sekaligus menarik minat investor Tiongkok untuk menanamkan modal di Kota Bengawan.
Respati secara khusus juga menyoroti potensi pengembangan layanan pengobatan tradisional khas Tiongkok di Solo. Ia berharap kolaborasi di bidang tersebut dapat memperkuat sektor ekonomi dan pendidikan, sekaligus menghadirkan investasi dari China ke Indonesia. Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, Solo dan Xi'an kini memasuki tahap baru sebagai kota mitra yang saling bertukar pengalaman, budaya, dan peluang pembangunan.
Sumber: Jatengpos dan Solopos/Espos.id.