Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Jejak Permukiman Paleometalik di Situs Padas Klaten, Watu Kenteng Tersisa di Tengah Sawah

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: detikJateng

Suarapantura.com - Di tengah hamparan sawah Desa Padas, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, sebuah batu besar masih bertahan sebagai penanda masa lalu yang jauh. Batu yang dikenal dengan nama Watu Kenteng itu diduga menjadi bagian dari jejak permukiman manusia pada masa paleometalik, masa peralihan prasejarah ketika masyarakat mulai menetap dan mengenal logam, sebelum masuknya pengaruh Hindu dan Buddha.

Kisah penemuan itu bermula sekitar tahun 1981, ketika warga yang mengolah sawah menemukan batu dan peralatan rumah tangga dari masa lampau. Temuan tersebut kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan penggalian oleh tim arkeologi.

Penggalian itu tercatat dalam Laporan Kegiatan Penelitian Arkeologi Selama Pelita III (1979-1984) yang diterbitkan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Dalam laporan tersebut, tim yang dipimpin Lucas Partanda Koestoro mengklasifikasikan penggalian di Padas sebagai penelitian prasejarah dari masa paleometalik, lengkap dengan peta lokasi.

115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang
Baca Juga · Jateng Pantura
115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang

Sejumlah benda yang ditemukan antara lain gerabah berupa pasu, mangkuk, periuk, dan tempayan, tumpukan gerabah yang di dalamnya terdapat fragmen tombak, serta benda-benda besi dan fragmen tombak lainnya. Aktivis sejarah Klaten, Hari Wahyudi, juga mencatat temuan gerabah tanah liat yang berisi peralatan, periuk, tempayan, dan benda menyerupai tombak.

Mantan Kepala Desa Padas, Suparno, yang memimpin desa itu pada 1974-1998, mengenang bahwa sebagian benda temuan sempat dibawa pergi, diduga ke arah Prambanan atau tempat lain. Kenangan itu ia sampaikan saat ditemui di rumahnya pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

Kondisi lokasi saat ini jauh berbeda dengan masa penggalian. Lahan temuan kini kembali menjadi sawah. Di tengah lahan yang dibajak, masih tersisa sebuah batu andesit berbentuk lonjong dengan panjang sekitar satu meter. Batu itu sudah rusak dan terkikis, bentuknya menyerupai lumpang untuk menumbuk padi, namun lebih memanjang, dengan beberapa batu biasa tanpa bentuk jelas di sekelilingnya.

Status pendataan situs ini masih menjadi perhatian. Pamong Budaya Ahli Pertama Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Klaten, Wiyan Ari Tanjung, menyatakan belum sempat memeriksa temuan tersebut dan menyebut temuan itu tampaknya belum tercatat. Karena itu, penelusuran lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan perlindungan dan pendokumentasian situs.

Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola
Baca Juga · Jateng Pantura
Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola

Bagi masyarakat dan peneliti, Situs Padas menyimpan cerita tentang bagaimana manusia purba di Klaten mulai hidup menetap, mengolah tanah, dan membuat peralatan. Meski sebagian jejaknya telah hilang atau berpindah, Watu Kenteng yang masih berdiri di tengah sawah menjadi pengingat bahwa peradaban itu pernah ada di tempat yang kini tampak biasa saja.

Sumber: detikJateng, Laporan Kegiatan Penelitian Arkeologi Selama Pelita III (1979-1984).

Tags:
#klaten#situs padas#prasejarah#paleometalik#watu kenteng#arkeologi
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…