Suarapantura.com - Magelang Flower Festival (MFF) 2026 resmi dibuka di Alun-alun Kota Magelang, Minggu sore, 25 Oktober 2026. Festival yang berlangsung sepekan hingga 1 November 2026 ini menjadi upaya Pemerintah Kota Magelang menghidupkan kembali identitas daerahnya sebagai Kota Bunga, sekaligus menggerakkan pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembukaan festival dilakukan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono. Ia menyebut Magelang sebagai kota perdagangan dan jasa yang memiliki potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan. Melalui festival ini, pemerintah kota ingin membuka ruang promosi seluas-luasnya bagi pelaku usaha lokal, sekaligus mengembalikan kebanggaan warga terhadap julukan bersejarah kotanya.
Sejak tahun 1930, Kota Magelang memang dikenal sebagai Kota Bunga. Daerah ini pernah menyandang julukan Tuin van Java yang berarti Taman Pulau Jawa, serta Paradijs van Java atau Surga Pulau Jawa. Identitas tersebut kini diangkat kembali agar potensi bunga dan tanaman hias memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
Selama sepekan penyelenggaraan, Alun-alun Kota Magelang menjadi pusat berbagai kegiatan. Pengunjung dapat menyaksikan pameran tanaman hias, mengikuti lokakarya merangkai bunga, berdiskusi bersama penggiat tanaman, serta berbelanja di bursa tanaman hias yang menjadi salah satu agenda utama. Pedagang dari Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Jakarta dijadwalkan meramaikan bursa tersebut.
Festival ini juga menghadirkan agenda bertema fauna, antara lain kontes kucing, lomba kicau burung, vaksinasi hewan peliharaan gratis, dan pemeriksaan kesehatan hewan. Selain itu, panitia menyediakan tur kota gratis setiap hari selama festival berlangsung. Tur ini dibatasi maksimal 30 peserta per perjalanan dan bekerja sama dengan komunitas pemandu wisata setempat.
Dua rute tur disiapkan bagi peserta. Rute pertama bertajuk Magelang Bercerita yang menyusuri Alun-alun dan kawasan Pecinan. Rute kedua bernama Magelang Berkelana dengan tujuan Bukit Tidar, Kebun Bibit Senopati, Plengkung, dan Alun-alun. Kedua rute ini dirancang untuk mengenalkan sejarah dan sudut-sudut menarik Kota Magelang kepada wisatawan.
Sejumlah agenda puncak telah disiapkan menjelang penutupan. Senam ASRI yang menargetkan 10.000 peserta dijadwalkan pada 30 Oktober 2026, sedangkan Magelang Ethno Carnival sebagai karnaval budaya akan digelar pada 1 November 2026. Pemerintah kota berharap rangkaian acara ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi warga, mulai dari hotel, rumah makan, hingga penjual oleh-oleh.
Magelang Flower Festival 2026 diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Magelang. Festival ini menjadi bagian dari rangkaian event kota sepanjang September hingga November 2026 yang diarahkan untuk menghidupkan pelaku usaha dan menggaungkan nama Kota Magelang sebagai destinasi wisata.
Sumber: Cakram.net, BSI News, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.