Suarapantura.com - Gerakan Solusi Indonesia (GSI) mengumumkan rangkaian GSI Youth Fest 2026 dalam jumpa pers di Kota Surakarta, Senin (26/10/2026). Rangkaian kegiatan itu dibuka dengan malam refleksi menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda, lalu ditutup dengan festival puncak yang memadukan bursa kerja, pameran usaha, dan pertunjukan musik.
Malam refleksi bertajuk Malam Refleksi Menuju 100 Tahun Soempah Pemoeda dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB di Tugu Lilin, Penumping, Surakarta. Acara ini dikemas dengan konsep lesehan wedangan dan panggung seni, berisi pertunjukan wayang, stand-up comedy kebangsaan, pembacaan puisi, dongeng edukatif, serta prosesi penyatuan tanah dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah tokoh dijadwalkan tampil dalam malam refleksi tersebut. Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta membawakan lakon wayang bertema kebangsaan, Kapolresta Surakarta menyampaikan pesan kepemudaan melalui stand-up comedy, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membacakan puisi bersama para aktivis pemuda, dan Dewan Pakar GSI Andina Elok Maharani membawakan dongeng edukatif tentang tantangan generasi muda di era disrupsi teknologi.
Menurut Andina, peringatan Sumpah Pemuda perlu dihadirkan dalam bentuk kegiatan yang relevan dengan kehidupan anak muda saat ini. Ia menyebut malam refleksi itu bukan hanya seremonial, melainkan kegiatan nyata yang mengandung nilai filosofis, historis, dan akademis yang dibungkus dengan seni.
Puncak rangkaian, GSI Youth Fest - Hero Summit 2026, akan digelar gratis di GOR Indoor Manahan, Surakarta, pada Minggu (8/11/2026). Agenda utamanya adalah job fair yang menyediakan 1.600 lowongan kerja dari 30 perusahaan, mencakup bidang teknologi informasi, telekomunikasi, ritel, manufaktur, keuangan, makanan dan minuman, pariwisata, hingga layanan kesehatan.
Selain bursa kerja, festival puncak ini juga menghadirkan informasi beasiswa untuk jenjang SMA, SMK, hingga perguruan tinggi, pameran 35 Local Hero Jawa Tengah, UMKM Expo, Youth Insight Leader Forum, Indonesia Youth Movement, dan Youth Celebration dengan penampilan Ndarboy Genk. Penyelenggara juga menyiapkan ruang bagi pemuda yang ingin merintis usaha lewat berbagi pengalaman bersama para pelaku usaha muda.
Ketua Pembina GSI Pujiyono Suwadi mengatakan GSI ingin merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, maupun pilihan politik. Ia menegaskan, di dalam GSI tidak ada dominasi mayoritas maupun minoritas, dan semua pihak berkedudukan sama untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Masyarakat yang ingin mengikuti GSI Youth Fest 2026 dapat mendaftar secara daring melalui situs resmi Gerakan Solusi Indonesia. Peserta yang sudah mendaftar akan memperoleh e-ticket pada H-7 sebelum acara berlangsung. Penyelenggara berharap festival ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mempertemukan aktivis, wirausahawan, dan pemuda dari berbagai daerah.
Sumber: Fokus Jateng, Solopos, dan Peristiwa Solo.