Suarapantura.com - Kota Semarang memastikan diri sebagai juara umum cabang olahraga angkat besi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Kontingen tuan rumah menutup seluruh pertandingan dengan koleksi 13 medali, terdiri atas lima emas, tiga perak, dan lima perunggu.
Seluruh laga angkat besi digelar di Gedung Graha Sari, Gayamsari, Kota Semarang, dan berakhir pada Senin, 26 Oktober 2026. Tambahan satu emas dan satu perunggu pada hari terakhir semakin mengukuhkan posisi Semarang di puncak klasemen akhir cabang tersebut.
Medali emas penutup dipersembahkan Anis Nur Romadoni dari kelas 77 kilogram lebih putri. Ia sempat tertinggal pada angkatan snatch, ketika hanya mampu mengangkat 80 kilogram, sementara pesaing terdekatnya dari Kendal, Angelica Natasya, membukukan 84 kilogram.
Keadaan berbalik pada angkatan clean and jerk. Anis mencatatkan angkatan terbaik 102 kilogram, unggul atas Angelica yang mengangkat 96 kilogram. Dengan total angkatan 182 kilogram, Anis merebut emas, Angelica meraih perak dengan 180 kilogram, dan perunggu menjadi milik Ayunda Risma dari Kabupaten Semarang dengan 165 kilogram.
Selain Anis, empat emas Semarang lainnya diraih Nicholas Destyan pada kelas 60 kilogram putra, Syifa Az-Zahra pada kelas 48 kilogram putri, Ifah Romadiani pada kelas 58 kilogram putri, dan Diah Ayu pada kelas 77 kilogram putri. Sebaran emas di sektor putra dan putri itu menunjukkan kekuatan Semarang tidak bertumpu pada satu nomor saja.
Tiga medali perak disumbangkan Devian Samtama Ilham dari kelas 65 kilogram putra, Tio Wenandi dari kelas 88 kilogram putra, dan Delila Putri dari kelas 69 kilogram putri. Sementara itu, lima perunggu diraih Elizabeth Vania, Bagus Danu, Yunensi Novitasari, Lhofer Rixno, dan Dorian Yates dari kelas 110 kilogram lebih putra.
Ketua Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Semarang, Iskandar, menilai capaian tersebut sebagai peningkatan nyata. Pada Porprov sebelumnya, Semarang hanya mengoleksi dua emas, sedangkan status tuan rumah kali ini disebut menambah motivasi para lifter.
Meski demikian, Iskandar mengakui target awal belum sepenuhnya tercapai. Semarang semula membidik enam emas, tetapi satu sasaran meleset dari kelas 65 kilogram putra. Hasil itu, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi ajang berikutnya.
Di klasemen akhir, Kabupaten Blora menempati posisi kedua dengan tiga emas, satu perak, dan tiga perunggu. Kabupaten Grobogan berada di peringkat ketiga dengan satu emas, tiga perak, dan tiga perunggu, disusul Kabupaten Kendal di posisi keempat dengan satu emas dan dua perak. Kota Surakarta atau Solo melengkapi lima besar dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Bagi Semarang, gelar juara umum ini menjadi modal penting dalam persaingan Porprov secara keseluruhan. Konsistensi meraih emas sekaligus menempatkan banyak atlet di podium kedua dan ketiga menunjukkan pembinaan angkat besi di kota tersebut berjalan merata di berbagai kelas.
Informasi dalam artikel ini dihimpun dari Espos.id dan KONI Jawa Tengah.