Suarapantura.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Jawa Tengah pada Rabu, 28 Oktober 2026. Prakiraan tersebut berlaku pada pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.
Pada pagi hari, kondisi cuaca di Jawa Tengah diperkirakan berawan. Hujan berpeluang turun mulai siang hingga sore hari dan berlanjut pada awal malam, dengan waktu kejadian yang berbeda-beda di setiap wilayah.
Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Arif N, menjelaskan bahwa hujan ringan hingga sedang diperkirakan tersebar di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Sementara itu, hujan dengan intensitas yang lebih tinggi perlu diwaspadai di sejumlah kawasan lainnya.
"Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di daerah pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian selatan, dan sekitarnya," kata Arif N dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Wilayah yang masuk dalam prakiraan hujan sedang hingga lebat meliputi Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Temanggung, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di Cilacap, Purworejo, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
BMKG juga memprakirakan suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 45 hingga 95 persen. Sejumlah kota dan kabupaten diprakirakan mengalami suhu maksimum hingga 34 derajat Celsius, di antaranya Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Masyarakat diimbau tetap waspada selama hujan berlangsung, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan berkendara. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman karena jalan yang licin saat hujan deras dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Warga juga diminta terus memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG, mengingat prakiraan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Kewaspadaan sejak dini diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan aktivitas maupun dampak yang ditimbulkan cuaca hujan di wilayah rawan.
Sumber: BsiNews dan Boyolali.net, mengutip BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.