Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Flood-Eye Berbasis AI Dipasang di Semarang, Pantau Sungai untuk Antisipasi Banjir Bandang

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: MediaKompeten.co.id

Suarapantura.com - Pemerintah Kota Semarang mulai memasang Flood-Eye, sistem peringatan dini banjir bandang yang memadukan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). Pemasangan perangkat ini dimulai di bantaran anak sungai Kali Babon, kawasan Meteseh, Kota Semarang, pada Rabu (28/10/2026).

Sistem tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, University of Wollongong (UoW) Australia, dan Telkom University (Tel-U) Indonesia. Kolaborasi lintas negara ini menggabungkan keahlian penanggulangan bencana dengan riset teknologi pemantauan sungai.

Flood-Eye bekerja dengan mengintegrasikan sejumlah komponen, mulai dari sensor sungai, kecerdasan buatan, data satelit, pemodelan banjir, hingga dasbor pemantauan yang dapat diakses melalui perangkat seluler. Perpaduan berbagai sumber data itu memungkinkan kondisi sungai dipantau secara lebih terperinci.

115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang
Baca Juga · Jateng Pantura
115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang

Keunggulan utama sistem ini terletak pada interval pemantauannya. Berdasarkan informasi dari situs resmi Telkom University, Flood-Eye menganalisis perubahan ketinggian muka air Sungai Pengkol beserta anak-anak sungainya dalam rentang waktu yang rapat, mulai dari per jam hingga per menit. Pendekatan ini berbeda dari metode konvensional yang selama ini mengandalkan data curah hujan harian.

Dengan pengamatan yang lebih rapat, perubahan kondisi sungai dapat terbaca lebih dini sehingga peringatan potensi banjir bandang diharapkan bisa disampaikan lebih cepat dan akurat kepada warga maupun petugas di lapangan.

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

Penerapan Flood-Eye tidak hanya dilakukan di Meteseh. Perangkat pemantauan ini juga telah ditempatkan di enam titik yang tersebar di Kecamatan Tembalang dan Pedurungan, Kota Semarang. Para peneliti memperkirakan teknologi ini berpotensi memberikan manfaat bagi sekitar 115.000 warga yang tinggal di kawasan rawan banjir.

Pengembangan Flood-Eye merupakan bagian dari program Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia (KONEKSI). Proyek ini resmi berjalan sejak Juni 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026. Program ini juga meneruskan proyek sebelumnya bernama Tide-Eye yang memperoleh pendanaan dari program yang sama pada 2023.

Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola
Baca Juga · Jateng Pantura
Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola

Meski menawarkan pemantauan yang lebih cepat, pengembangan Flood-Eye masih menghadapi kendala berupa keterbatasan data curah hujan dengan interval waktu pendek. Kekurangan tersebut menjadi tantangan dalam pengolahan data untuk mendukung prediksi yang lebih akurat.

Di tengah masa pancaroba dan meningkatnya curah hujan di Jawa Tengah, kehadiran sistem peringatan dini semacam ini diharapkan membantu pemerintah daerah dan warga mengantisipasi potensi banjir bandang sejak dini, terutama di wilayah yang dialiri sungai dengan karakter arus deras saat hujan lebat.

Sumber: Demokratis.co.id, MediaKompeten.co.id, LensaHukum.co.id (mengutip Antara dan KompasTekno).

Tags:
#semarang#flood-eye#banjir bandang#bpbd#teknologi#jawa tengah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…