Suarapantura.com - Kondisi kolam buaya di Semarang Zoo yang tampak mengering belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Pengelola kebun binatang di kawasan Mangkang, Kota Semarang, itu pun memberikan penjelasan: surutnya air kolam bukan karena satwa ditelantarkan, melainkan dampak kemarau panjang yang turut menguras danau penampung air di lingkungan tersebut.
Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menjelaskan bahwa danau yang selama ini menjadi salah satu sumber utama air untuk operasional dan konservasi mengalami penyusutan drastis. Menurut dia, kondisi danau yang mengering hingga separah itu baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah pengelolaan Semarang Zoo.
Meski kolam terlihat kering, manajemen memastikan seluruh buaya tetap berada dalam kondisi sehat. Petugas terus memantau satwa secara berkala, sekaligus menjaga kebutuhan air di kandang-kandang lain, termasuk kandang orangutan, agar aktivitas perawatan berjalan normal.
Untuk mengatasi kekurangan air, pengelola menggandeng sejumlah instansi di Kota Semarang dan mendatangkan pasokan air secara bertahap. Bantuan mulai mengalir pada Rabu, 22 Oktober 2026, ketika Perumda Air Minum Tirta Moedal mengirimkan lima tangki air.
Sehari kemudian, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menyusul dengan delapan tangki. Pada Senin, 26 Oktober 2026, dua instansi tersebut kembali menyalurkan sembilan tangki air.
Setiap tangki berkapasitas 5.000 liter, sehingga total bantuan yang diterima selama 22-26 Oktober 2026 mencapai 22 tangki atau setara 110.000 liter air. Jumlah itu dipakai untuk mengisi kolam buaya dan memenuhi kebutuhan air kandang satwa lainnya.
Manajemen menyatakan akan terus melakukan mitigasi selama pasokan air belum kembali normal. Langkah itu meliputi pemantauan kondisi satwa, perawatan fasilitas kandang, serta penyesuaian distribusi air sesuai kebutuhan paling mendesak.
Bimo juga berharap hujan segera turun agar ketersediaan air di lingkungan kebun binatang pulih. Ia mengimbau masyarakat memperoleh informasi secara utuh melalui keterangan resmi manajemen, bukan sekadar potongan gambar yang beredar di media sosial, agar kondisi satwa tidak disalahpahami.
Semarang Zoo menegaskan komitmennya menjaga kesejahteraan satwa, memenuhi kebutuhan dasar satwa sesuai kondisi yang ada, dan melakukan perawatan berkala terhadap fasilitas kandang serta lingkungannya.
Sumber: Espos.id dan KabarJateng.id.