Suarapantura.com - Promotor Shoemaker Live memastikan konser tenor Italia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, tetap digelar sesuai jadwal pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Konser tersebut merupakan bagian dari tur Romanza 30th Anniversary World Tour, yang juga dijadwalkan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Kepastian itu disampaikan promotor setelah rangkaian konser tersebut sempat menuai penolakan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak 10 Oktober 2026 meminta agar konser dibatalkan. Alasan yang dikemukakan MUI berkaitan dengan partisipasi Bocelli pada sebuah acara penggalangan dana di Los Angeles pada 2010 dan penampilannya di Tel Aviv pada 2022, yang menurut MUI berkaitan dengan dukungan terhadap militer Israel. Di Magelang, rekomendasi kepolisian setempat untuk konser di Borobudur juga sempat dicabut pada pertengahan Oktober 2026.
Menanggapi polemik tersebut, pendiri Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyatakan pihaknya telah mendengarkan berbagai pandangan, berdialog dengan sejumlah pihak, dan mempertimbangkan aspek pariwisata serta ekonomi kreatif. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan dan pendampingan agar konser dapat berlangsung secara aman. Menurut promotor, keputusan untuk tetap menggelar konser diambil setelah mempertimbangkan gambaran yang lebih luas, bukan hanya satu sisi perdebatan.
Promotor menegaskan bahwa konser di Indonesia akan mengusung pesan kemanusiaan. Bocelli direncanakan mendedikasikan satu lagu untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia, terutama bagi anak-anak serta masyarakat yang hidup di tengah konflik dan penderitaan. Dalam rangkaian tur ini, Shoemaker Live juga menggalang dana untuk program kemanusiaan global, termasuk rencana donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan wilayah lain yang terdampak konflik.
Dari sisi penyelenggaraan, promotor menyebut konser berskala internasional dapat memberi dampak bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dampak yang diharapkan antara lain meningkatnya okupansi hotel dan permintaan layanan transportasi, terbukanya peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta keterlibatan seniman lokal seperti musisi orkestra, penyanyi, paduan suara, dan penari tradisional. Penyelenggara menyebut Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang disinggahi tur peringatan 30 tahun album Romanza tersebut.
Bagi publik di Jawa Tengah, konser di Borobudur menjadi agenda yang paling dekat secara geografis. Promotor mengajak penonton memaknai pertunjukan itu sebagai ruang untuk mengingat mereka yang belum merasakan keamanan dan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjaga suasana yang damai dan profesional selama acara berlangsung.
Sumber: TravelText/ANTARA, Associated Press, detikNews.