Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Porprov Jateng XVII Resmi Ditutup, Estafet 2030 Beralih ke Kedu Raya

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: SuaraPantura

Suarapantura.com - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 resmi berakhir. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menutup ajang olahraga terbesar di provinsi itu di Halaman Stadion Kebondalem, Kabupaten Kendal, pada Jumat (30/10/2026) malam.

Penutupan tersebut sekaligus menandai berpindahnya estafet penyelenggaraan Porprov XVIII pada 2030 ke wilayah Kedu Raya. Lima daerah disiapkan menjadi tuan rumah bersama, yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen.

Taj Yasin berharap penyelenggaraan berikutnya berjalan lebih baik dan menjadi ruang mempererat persaudaraan antaratlet serta antardaerah. Ia juga meminta para atlet terus berlatih dan menjaga kekompakan sebagai bekal menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Pada klasemen akhir, Kota Semarang keluar sebagai juara umum dengan 177 medali emas. Kota Surakarta menempati posisi kedua dengan 79 emas, disusul Kota Salatiga dengan 41 emas. Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Banyumas melengkapi lima besar.

Menpora Minta KONI Jateng Evaluasi Keselamatan Atlet Usai Dua Atlet Porprov Meninggal
Baca Juga · Jateng Pantura
Menpora Minta KONI Jateng Evaluasi Keselamatan Atlet Usai Dua Atlet Porprov Meninggal

Porprov XVII mempertandingkan 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan. Ajang ini diikuti 7.999 atlet, 1.910 ofisial, dan 3.571 perangkat pertandingan dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Di balik penutupan itu, meninggalnya dua atlet selama kompetisi menjadi catatan duka sekaligus bahan evaluasi. Keduanya adalah Syabila Rizkia Putri Raharja, atlet selam asal Jepara, dan Ayudiah Rivana Tridianidita, atlet pencak silat Kota Semarang.

Taj Yasin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan menegaskan aspek keselamatan serta perlindungan atlet harus mendapat perhatian lebih pada penyelenggaraan berikutnya. "Ke depannya harus ada evaluasi, kita minimalisir cedera pada atlet. Itu yang paling utama," tegasnya.

Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI di Sukoharjo, Ditaksir Rp10,23 Miliar
Baca Juga · Jateng Pantura
Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI di Sukoharjo, Ditaksir Rp10,23 Miliar

Ia juga menekankan sportivitas dan keterbukaan dalam penyelenggaraan kompetisi. Menurutnya, seluruh masukan maupun protes selama pertandingan perlu menjadi bahan evaluasi bersama, terutama untuk Porprov ke-18 pada 2030.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko mengingatkan lima daerah calon tuan rumah Porprov XVIII agar mulai mempersiapkan kebutuhan penyelenggaraan sejak dini, terutama ketersediaan venue. Ia menyebut pengalaman Porprov XVII menunjukkan masih ada tiga cabang olahraga yang tidak tersedia venue-nya di wilayah tuan rumah, sehingga sebagian pertandingan harus digelar di luar wilayah penyelenggara.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Porprov XVII. Kendal menjadi salah satu tuan rumah pertandingan sekaligus lokasi penutupan, dan ia berharap hasil kompetisi menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan menghadapi ajang berikutnya.

Ahmad Luthfi Optimistis Target 10,5 Juta Ton Padi Jateng Tercapai Seiring Hujan Turun
Baca Juga · Jateng Pantura
Ahmad Luthfi Optimistis Target 10,5 Juta Ton Padi Jateng Tercapai Seiring Hujan Turun

Dengan berakhirnya Porprov XVII, persiapan menuju Porprov XVIII di Kedu Raya diharapkan segera dimulai, dengan keselamatan atlet dan kesiapan fasilitas sebagai pekerjaan penting penyelenggara berikutnya.

Sumber: Joglo Jateng dan Mercusuarnews.

Tags:
#jawa tengah#porprov jateng#kendal#kedu raya#koni jateng#taj yasin
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…