Suarapantura.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencetak hampir 400 wirausaha baru melalui program penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru industri kecil di Jawa Tengah. Kegiatan yang menyasar Kabupaten Banyumas dan Cilacap itu ditutup di Purwokerto pada Senin (2/11/2026).
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026). Penutupan kegiatan dipusatkan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, dan dihadiri perwakilan Kemenperin, anggota Komisi VII DPR RI, serta pemerintah daerah.
Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia Sandang dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, mengatakan program ini dirancang agar para peserta tidak hanya memulai usaha, tetapi juga berkembang menjadi pelaku industri kecil yang berkontribusi pada perekonomian nasional. Ia menyebut industri kecil memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia sehingga penumbuhan pelaku usaha baru perlu terus dilakukan.
Sepanjang 2026, Kemenperin telah menggelar 40 kegiatan serupa di berbagai daerah di Indonesia, dengan peserta rata-rata 300 hingga 400 orang per kegiatan. Beberapa kegiatan bahkan diikuti 400 sampai 500 peserta. Program di Banyumas dan Cilacap sendiri dilaksanakan melalui kolaborasi dengan mitra Kemenperin di Komisi VII DPR RI.
Pembinaan peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Kemenperin menyiapkan pendampingan lanjutan melalui bimbingan teknis, peningkatan desain produk, fasilitasi sertifikasi, dan perluasan akses pasar. Sertifikasi yang didorong antara lain sertifikasi halal, sertifikasi produk batik, serta Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik bagi industri kosmetik. Pada sejumlah kegiatan, pemerintah juga memberikan bantuan mesin dan peralatan produksi sesuai kebutuhan dan potensi daerah.
Salah satu keluaran utama program ini adalah Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan mengantongi NIB, peserta masuk ke dalam basis data industri kecil sehingga pembinaan berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha. Kemenperin juga memfasilitasi pelaku IKM mengikuti delapan pameran sepanjang 2026 untuk memperluas pemasaran produk kerajinan, sandang, dan batik, dengan melibatkan pihak swasta.
Di Cilacap, program ini dijalankan melalui dua jenis pelatihan, yakni pembuatan kerajinan ecoprint dan kerajinan berbahan kerang yang dinilai memiliki pasar menjanjikan. Peserta juga mendapat materi tentang pemilihan usaha berbasis UMKM, pemasaran, serta perizinan usaha melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cilacap.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Cilacap, Farid Rijanto, mengatakan pelatihan ini menjadi kesempatan penting untuk mengembangkan potensi usaha berbasis sumber daya lokal. Ia berharap program tersebut berlanjut pada 2027 agar upaya pengembangan wirausaha baru semakin optimal dan membantu menekan angka pengangguran di Cilacap, yang disebut masih mencapai sekitar 7,4 persen.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mendorong pengembangan IKM di Banyumas dan Cilacap terintegrasi dengan sektor pariwisata. Menurut dia, wisatawan tidak hanya membutuhkan destinasi, tetapi juga produk khas daerah, makanan dan minuman lokal, serta suvenir, sehingga integrasi itu dapat memperluas pasar produk lokal dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Pelatihan di Banyumas dan Cilacap mencakup enam bidang keterampilan, yakni suvenir berbahan kerang, ecoprint, pengolahan kopi, pembuatan pastri, bengkel las, dan bengkel sepeda motor. Bidang-bidang tersebut dinilai memiliki peluang pasar karena produk dan jasanya dibutuhkan masyarakat. Jawa Tengah sendiri memiliki sekitar 4,45 juta unit industri kecil dan UMKM, dengan sekitar 8.700 unit usaha industri kecil di Cilacap dan lebih dari 230 ribu pelaku usaha di Banyumas.
Siti Mukaromah juga mengingatkan agar program yang anggarannya berasal dari pemerintah pusat memberi manfaat nyata bagi masyarakat di daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, meningkatkan kreativitas, dan memperkuat pemasaran agar pelaku usaha mampu bersaing, naik kelas, dan membuka lapangan kerja baru di daerahnya.
Sumber: Validnews, Newshive.