Suarapantura.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan layanan kereta api baru bernama KA Pandawa yang melayani relasi Yogyakarta-Semarang Tawang pulang pergi. Layanan ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Desember 2026, seiring berlakunya Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026.
Dalam perjalanannya, KA Pandawa menghubungkan dua kota besar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Solo Balapan. Berdasarkan pemberitaan, KA Pandawa mendapatkan empat perjalanan terprogram dalam GAPEKA 2026, sehingga memberi tambahan pilihan bagi masyarakat yang bepergian di koridor Semarang-Solo-Yogyakarta.
GAPEKA 2026 merupakan penyesuaian jadwal perjalanan kereta api yang diterapkan KAI mulai 1 Desember 2026. Selain menghadirkan KA Pandawa, grafik perjalanan baru ini juga memunculkan KA Borobudur relasi Lempuyangan-Gambir pulang pergi yang bersifat fakultatif, alias hanya beroperasi pada waktu tertentu.
Secara keseluruhan, pemberlakuan GAPEKA 2026 menambah 8.466 kursi dan 39 perjalanan kereta penumpang setiap hari di Jawa dan Sumatra. Jumlah perjalanan kereta penumpang terprogram meningkat dari 1.813 menjadi 1.852 perjalanan. Di Pulau Jawa, kapasitas tempat duduk bertambah 5.166 kursi menjadi 137.846 kursi per hari.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa penambahan tersebut bertujuan memberi keleluasaan kepada masyarakat dalam menentukan perjalanan, baik dari sisi ketersediaan tempat duduk, pilihan jadwal, maupun stasiun keberangkatan.
Bagi calon penumpang, pemesanan tiket untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026 sudah dibuka sejak 1 November 2026 melalui aplikasi Access by KAI. Calon penumpang dapat memasukkan stasiun keberangkatan dan tujuan, memilih tanggal perjalanan, lalu memeriksa pilihan kereta beserta jadwalnya sebelum memesan.
Masyarakat diimbau memeriksa kembali relasi dan jadwal perjalanan di aplikasi Access by KAI atau kanal resmi KAI sebelum berangkat, karena penyesuaian jadwal masih dimungkinkan mengikuti kebijakan operasional.
Dengan hadirnya KA Pandawa, koridor Semarang-Solo-Yogyakarta kini memiliki tambahan moda angkutan massal berbasis rel yang diharapkan mampu mengurai kepadatan perjalanan darat sekaligus mempermudah mobilitas warga antarkota di Jawa Tengah.
Penyesuaian dalam GAPEKA 2026 juga mencakup perubahan relasi sejumlah layanan lain, seperti KA Pangandaran, KA Kedungsepur, dan Commuter Line Prameks yang kini melayani tambahan relasi hingga Kebumen. Sejumlah layanan lain bahkan digabungkan, sehingga penumpang perlu mencermati nama layanan yang tertera saat memesan tiket untuk keberangkatan mulai Desember 2026.
Sumber: GoodStats, SuaraGarut, MetroTVNews.