Suarapantura.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang mendapatkan pembekalan mengenai strategi menembus pasar internasional. Pembekalan ini diberikan Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Hadityo Ganinduto dalam kegiatan sosialisasi bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada masa reses.
Kegiatan yang digelar di Hotel C3, Kabupaten Semarang, itu mengangkat tema "Peluang Ekspor bagi UMKM Kabupaten Semarang 'Dari Lokal Untuk Global'". Sekitar 100 pelaku UMKM hadir sebagai peserta dan mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai langkah-langkah awal untuk memasuki pasar global. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (6/11/2026).
Sejumlah materi dibahas dalam sosialisasi tersebut, mulai dari persyaratan dan perizinan ekspor, pengenalan komoditas yang berpotensi dipasarkan ke luar negeri, penentuan negara tujuan, hingga akses permodalan usaha. Firnando berharap pembekalan ini membantu para pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar mereka, dari skala lokal dan nasional menuju pasar internasional.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi bekal awal bagi pelaku UMKM yang selama ini baru memasarkan produknya di tingkat lokal. Dengan memahami persyaratan ekspor, komoditas potensial, dan negara tujuan, para pelaku usaha diharapkan lebih percaya diri menjajaki pasar luar negeri. Firnando menilai penguatan kapasitas seperti ini penting agar produk-produk UMKM Kabupaten Semarang mampu bersaing di pasar global.
Menurut Firnando, masa reses dimanfaatkan tidak hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga untuk memberikan edukasi yang bermanfaat langsung bagi warga di daerah pemilihan. Kegiatan semacam ini, kata dia, menjadi salah satu cara menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain pembekalan ekspor bagi pelaku UMKM, kegiatan tersebut juga menyasar para petani. Firnando memberikan edukasi mengenai mekanisme dan tata cara pengajuan pupuk bersubsidi, termasuk aturan alokasi penerima serta batas maksimal luas lahan dua hektare. Peserta yang hadir dalam kegiatan itu juga langsung didaftarkan sebagai calon penerima pupuk bersubsidi.
Firnando juga membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan pembangunan sarana dan prasarana fisik non-APBN, antara lain tempat ibadah dan fasilitas pendidikan. Ia meminta masyarakat menyampaikan usulan melalui prosedur yang berlaku agar komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen tetap terjaga.