SuaraPantura.com - Sebelum menjalankan sholat Jumat, Jamaah Masjid Jami Nurul Huda Kejene Kabupaten Pemalang melaksanakan sholat Ghaib untuk KH Dimyati Rois, Jumat 10 Juni 2022.
KH Dimyati Rois merupakan ulama besar sekaligus pengasuh pondok pesantren al-Fadlu Kaliwungu Kendal dengan lulusan santri yang sudah banyak memberi manfaat dan tersebar di masyarakat tak terkecuali juga di Desa Kejene Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang.
Banyak santri alumni dari Pondok Pesantren tersebut yang telah berkontribusi di masyarakat.
KH Dimyati Rois atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Dimyati yang tutup usia hari ini pada Jum'at 10 Juni 2022 dini hari.
Mbah Dimyati lahir di Bulakamba Brebes, 5 Juni 1945 dan wafat di RS. Tlogorejo pada dini hari tadi pukul 01:13 WIB.
Mbah Dimyati merupakan seorang tokoh bangsa, kyai sepuh kharismatik yang hidup dalam kesederhaan, ceramahnya tentang sejarah dan agama sangat menarik, bahasanya lugas dan mudah dipahami.
Sebagai seorang ulama KH. Dimyati Rois memiliki kepribadian yang sangat baik dan penuh kesederhanaan, baik dengan para pengikut (santrinya) maupun dengan masyarakat yang lain.
Kesederhanaan beliau ditunjukan dengan berpakaian yang sederhana, dan beliau juga tidak akan makan apabila tidak benar-benar lapar.
Selain itu beliau juga suka bergaul dengan siapapun, baik dengan pedagang, pejabat, orang kaya, orang miskin, buruh bahkan anak-anak.
Beliau terkenal sebagai seorang yang sabar, pemurah dan ramah, disamping itu beliau tidak mengajarkan sesuatu yang tidak beliau kerjakan, dengan kata lain segala sesuatu yang beliau ajarkan atau berikan pada muridnya sudah atau sedang ia kerjakan sendiri.
Hal ini merupakan salah satu faktor yang membuat para santri maupun jamaahnya simpatik terhadap kepribadian beliau, sehingga petuah dan ajaran-ajarannya dapat diterima dan sangat diperhatikan oleh para jamaah pada umumnya dan oleh para santri pada khususnya.
Salah satu kelebihan yang tidak banyak dimiliki kiai lain adalah kemampuannya dalam kewirausahaan. Tak hanya mengajar mengaji, beliau memiliki berbagai usaha yang menghasilkan uang sekaligus melatih para santrinya untuk bisa berwirausaha, terutama dalam bidang pertanian dan perikanan.
Meninggalnya beliau merupakan kehilangan yang luar biasa bagi umat muslim Indonesia.
Semoga Khusnul Khotimah dan bagi yang ditinggalkan diberikan spirit meneruskan perjuangan. Amin.
***