SuaraPantura.com - Jika kalian kebetulan berada di Desa Kejene Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang, tak afdol rasanya jika tak mampir ke bendungan Leis.
Bendungan air besar dengan konstruksi khas Belanda ini konon sudah dibangun jauh sebelum era kemerdekaan Indonesia.
Belum banyak jejak sejarah terkait pendirian bendungan ini, dari namanya pun terlihat asing, seperti bukan nama dari bahasa jawa maupun Belanda.
Dalam kosa kata bahasa, nama Leis ini justru paling dekat ditemukan dengan kosa kas bahasa Inggris yakni 'Leisure' yang berarti 'santai'.
Namun bendungan leis ini dikenal dengan bendungan peninggalan Belanda.
Bendungan ini berada sungai waluh (kali waluh) randudongkal, menghubungkan 4 desa, tepatnya di sebelah barat desa kalitorong, sebelah Utara desa Kalimas, sebelah timur desa kreyo, sebelah selatan desa Kejene.
Bendungan ini teraliri air dari pintu air bendungan mejagong, dan memiliki 2 pintu air tambahan yaknikali Elon (kali wetan) sebagai pengairan sawah dan kali rambut (kali kulon) kali yang mengalir sampai desa gongseng.
Tiap sore, ataupun hari libur bendungan ini ramai dikunjungi baik oleh masyarakat sekitar maupun dari luar daerah.
Suasananya yang sejuk dan pemandangannya yang indah, membuat masyarakat yang berkunjung betah menikmati pemandangan air disana.
***