Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Tradisi kali Asat di Desa Kejene Pemalang, Warga Sekampung Ramai-ramai Terjun ke Sungai

Desky Danuaji•
Jateng Pantura

SuaraPantura.com - Tradisi Kali Asat atau pengeringan sungai adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kejene Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang setiap pertengahan Oktober tiap tahunnya saat Sungai Desa tersebut dikeringkan.

Tradisi Kali Asat dilakukan warga dengan cara yang unik yakni turun ke sungai beramai-ramai untuk berburu ikan.

Sebab saat sungai dikeringkan, perburuan ikan akan menjadi semakin mudah. Hal itulah yang mendorong para warga desa antusias berbondong-bondong menuju sungai untuk mencari ikan.

Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026

Mereka yang datang ke sungai pun membawa berbagai peralatan tangkap ikan tradisional yang beragam.

Mulai dari nyener(jaring tangan), jaring lempar, ganco (jaring jungkit) hingga gogoh atau menangkap ikan dengan tangan kosong.

115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang
Baca Juga · Jateng Pantura
115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang

Antusiasme warga pun bisa dibilang melibatkan semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan guyup rukun mencari ikan.

Tradisi Kali Asat ini bagi orang dewasa selain bertujuan mencari ikan juga sekaligus mengenang memori masa silam.

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

Sebab tradisi ini diperkirakan sudah berlangsung puluhan tahun bahkan mungkin lebih, seusia dengan umur bendungan di Desa itu.

Hal ini disampaikan oleh masyarakat setempat, Lukman Sahri. Menurutnya tradisi kali asat ini menjadi ajang mengenang memori masa kecil, sekaligus mengenalkan budaya guyup rukun kepada generasi sekarang.

"Mengenang memori masa kecil, sekaligus mengenalkan budaya guyub rukun bagi generasi penerus yang sekarang," ungkap Lukman Sahri kepada Suara Pantura pada Minggu, 16 Oktober 2022.
***

Tags:
#desa kejene#randudongkal#kali asat
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…