SuaraPantura.com - Masyarakat Kabupaten Pemalang melakukan aksi demo berkaitan dengan sampah pada Jum'at, 12 Mei 2023.
Hal itu berkaitan dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang dinilai sudah overload di Dusun Pesalakan, Desa Pegongsoran, Kabupaten Pemalang.
Hal tersebut membuat sampah menggunung dan menimbulkan bau busuk yang menyengat hingga ke pemukiman masyarakat.
Selain itu, keberadaan lalat juga kian meresahkan karena jumlahnya banyak dan sangat mengganggu warga sekitar.
Hal ini disampaikan oleh kordinator aksi, Andi Rustono yang juga merupakan ketua Koalisi Kawali Indonesia Lestari.
Ia juga menyampaikan bahwa anak-anak di sekitar lokasi TPA kini rentan Diare dan sesak nafas.
"Anak-anak jadi rentan kena Diare dan sesak nafas karena sampah menggunung tidak dikelola dengan baik," ungkapnya.
Dalam tuntutannya, warga meminta pemerintah menutup lokasi TPA.
Sementara DPRD Kabupaten Pemalang dalam hal ini Komisi B menyelenggarakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke DPRD Jombang pada waktu yang hampir bersamaan.
Kunker DPRD Kabupaten Pemalang tersebut berkenaan dengan tata kota khususnya persoalan sampah.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Jombang Subaidi Muchtar.
Ia menyebut dalam pertemuan dengan DPRD Pemalang lebih banyak memaparkan tentang tata kelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada Banjardowo.
"Kami menerima kunjungan kunker dari DPRD Kabupaten Pemalang. Poin yang dibahas mulai dari tata kota, terutama menyangkut pengelolaan sampah,” Ungkapnya.
***