SuaraPantura.com - Kabupaten Pemalang terdiri dari 14 kecamatan, 11 kelurahan, dan 211 desa.
Dari 211 desa tersebut ada salah satu Desa yang bernama Cawet dan memiliki program unggulang 'Desa Digital'.
Melalui aktualisasi Desa Digital inilah kemudian pemerintah Desa Cawet membuat aplikasi pelayanan masyarakat yang disebut aplikasi 'Buka Cawet'.
Aplikasi Buka Cawet adalah aplikasi yang disalurkan untuk masyarakat desa seperti pelayanan masyarakat.
Di dalam aplikasi tersebut terdapat informasi tentang data kependudukan maupun informasi tentang Desa Cawet yang bisa mempercepat dan mempermudah data yang kaitannya dengan Desa Cawet.
Taufik Saleh selaku Kades mengatakan Filosofi dari penamaan aplikasi Buka Cawet diambil dari nama Desa dan kata “Buka” sendiri diartikan jika kita ingin melihat data kependudukan, semua orang bisa mengakses aplikasi Buka Cawet seperti berita terbaru maupun surat pelayanan masyarakat, dan jika ingin mengetahui isinya kita bisa membuka aplikasinya saja.
Menurutnya, aplikasi Buka Cawet dibuat untuk kebutuhan sumber data tingkat desa, sehingga dapat dijadikan salah satu sumber untuk perencanaan pembangunan baik jangka pendek, menengah maupun panjang di desa.
Aplikasi Buka Cawet kedepan dalam pengembangannya diharapkan dapat disinkronkan dengan Aplikasi Sidekem maupun disinkronkan di tingkat OPD Pemalang.
Aplikasi Buka Cawet inj masuk nominasi program pelayanan masyarakat yang meraih Juara ke-7 dari 10 besar dalam lomba KIPP 2020.
Ada beberapa kendala yang dihadapi saat penerapan aplikasi Buak Cawet Ini yakni karena Desa Cawet ada di wilayah blank spot yang dimana suatu tempat tidak tersentuh maupun tercover sinyal komunikasi.
Desa ini berjarak sekitar 50 km dari pusat kecamatan Watukumpul, Akses jalan menuju Desa Cawet cukup mudah lantaran desa ini dilalui jalan raya kabupaten ruas Bodeh-Watukumpul.
Salah satu destinasi wisata yang instagramable di Desa Cawet ini adalah keindahan jembatan pelangi yang membelah sungai yang menghubungkan dus desa yakni Desa Cawet dengan Desa Bodas.
Untuk lokasi dan akses jalan menuju jembatan pelangi dibutuhkan waktu sekitar 5 menit dari jalan utama Desa Cawet , jalan yang adapun sudah memadai karna sudah rabat beton bisa dilalui oleh kendaraan roda dua namun sayangnya belum bisa dilalui oleh roda empat.
Jembatan pelangi ini di anggarkan pada tahun 2014 dan selesai dibangun pada 2016 berkat gotong royong warga sekitar.
Saat Ramadhan, jembatan ini menjadi salah satu tujuan untuk mengisi waktu menunggu adzan Maghrib atau disebut Ngabuburit remaja sekitar.
Jembatan pelangi merupakan jembatan gantung sepanjang 45 meter dengan lebar 1,5 meter ini menghubungkan Desa Cawet dengan Desa Bodas ini juga sering digunakan untuk foto prewed.
Asal Muasal Nama Cawet
Sementara untuk nama Desa Cawet yang banyak dikonotasikan dengan celana dalam, ternyata maknanya bukan begitu.
Ternyata nama desa tak lepas dari kepemimpinan Ki Lurah Cawing Tali yang memimpin Desa Cawet dari tahun 1825-1847.
Cawing Tali nama lurahnya, kemudian desanya disebut dengan Cawet, akronim dari Cawing dan Tali.
Saat memasuki Desa Cawet, setiap pengunjung akan mendapatkan suguhan pemandangan perbukitan yang asri yang dipenuhi dengan hutan pinus.
Gimana, tertarik masuk Cawet saat Ramadhan ini?
***