SuaraPantura.com - Kasus penemuan mayat berseragam Pramuka di Kabupaten Pemalang kini terus menyita perhatian publik.
Pasalnya, mayat berseragam pramuka tersebut diduga merupakan korban pembunuhan berencana.
Hal ini terlihat semenjak ditemukan dan beberapa kejanggalan-kejanggalan setelahnya.
Awalnya mayat berseragam Pramuka tersebut ditemukan oleh warga di saluran sungai areal tambak Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang pada 22 Agustus.
Mayat korban ditemukan dengan jeratan sarung disertai tiga batu besar yang ditengarai sebagai upaya penenggelaman korban oleh pelaku.
Kejanggalan kedua yakni korban dikenakan seragam pramuka dengan identitas nomor gudep milik SMA 1 Petarukan.
Padahal, korban bukan seorang pelajar melainkan karyawan sebuah RM Padang.
Identitas korban diketahui Rika Indriyeni (20) warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan.
Diduga pelaku sengaja memakaikan seragam pramuka ke tubuh korban untuk mengelabuhi petugas.
Media Sosial Korban
Dari hasil tracking media sosial korban di beberapa platform, tampak korban merupakan sosok periang.
Dari akun tiktoknya, Rika Indriyeni terlihat membuat konten kecantikan.
Ia juga sesekali mengunggah konten ceria yang menunjukan kepribadian dirinya yang periang.
Postingan terakhirnya pada 4 Agustus 2023 atau sekitar 18 hari sebelum kejadian.
Semwntara untuk media sosial facebooknya, sulit ditemukan akun korban.
Namun begitu beredar tangkapan layar komentar yang diduga mantan pacar korban dan berkomentar negatif.
Walhasil, banyak warganet yang memburu akun tersebut hingga kahirnya akun tersebut tutup akun.
Belakangan, beredar lagi klarifikasi yang mengatasnamakan akun yang diduga mantan pacar korban dan telah melakukan klarifikasi bahwa dirinya dengan korban hanya sebatas masa lalu dan tidak ada hubungannya dengan kematian korban.
Mantan pacar korban juga diketahui telah bertakziah ke rumah korban.***