Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Pemprov Jateng Gelontorkan Ratusan Milyar untuk Gratiskan Biaya Sekolah SMA, SMK dan SLB di Jawa Tengah

Desky Danuaji•
Jateng Pantura

SuaraPantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan Ratusan Milyar untuk Gratiskan Biaya Sekolah SMA SMK di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Suyanta.

Ia mengatakan, pada 2022, untuk SMK/SMA/SLB negeri digelontorkan anggaran yang dinamakan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) pendidikan sebesar Rp769.714.070.000. Anggaran tersebut untuk menggratiskan biaya sekolah.

Ia mrnambahkan, gagasan kebijakan penggratisan biaya sekolah ini berasal dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Kebijakan penggratisan SMA/SMK/SLB negeri bertujuan memperluas akses pendidikan.

Sehingga siswa kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah. Meskipun sekolah gratis, tetapi mutu pendidikan tetap diperhatikan.

Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026

“Salah satunya, dengan cara menggratiskan sekolah bagi SMA/SMK/SLB negeri. Kebijakan implementasinya adalah adanya BOP. Dari BOP itu SMA/SMK/SLB negeri gratis. Dengan demikian diharapkan dari sana, banyak siswa-siswa melanjutkan ke jenjang SMA/SMK/SLB,” kata Suyanta, saat ditemui, Jumat (11/3/2022).

Menurutnya, untuk BOP, SMK Jateng kampus Semarang mendapat Rp8.561.950.000 dengan jumlah siswa 720 siswa, SMK Jateng kampus Pati Rp4.175.788.000 dengan jumlah siswa 288 orang, SMK Jateng kampus Purbalingga Rp5.921.585.000 dengan jumlah siswa 576 siswa. Sementara, SMK semi boarding Rp6.556.500.000.

Total siswa SMA negeri di Jateng mencapai 303.806 orang dengan jumlah sekolah 360 unit, SMK negeri terdapat 261.165 anak dengan jumlah sekolah 238 unit, dan SLB negeri sebanyak 8.684 siswa dari 69 unit sekolah.

Suyanta menerangkan, Jateng juga telah membuat beberapa SMK boarding atau disebut SMKN Jateng, yaitu di Semarang, Purbalingga dan Pati. Perekrutan siswa sekolah itu dilakukan secara khusus, dan diperuntukkan seluruh masyarakat Jateng yang miskin dan lolos seleksi.

115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang
Baca Juga · Jateng Pantura
115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang

“Jumlahnya makin tahun makin banyak (siswanya). Dengan demikian di sana penganggarannya khusus, karena ada anggaran untuk makan, seragam, sepatu, dan kebutuhan sekolah lain dipenuhi Pemprov Jateng,” sambungnya.

Di samping SMK boarding, terang Suyanta, Jateng telah mendirikan sepuluh SMK semi boarding. Harapannya, dengan Pemprov Jateng memperkuat SMK, maka akan mengurangi pengangguran. Sehingga muaranya, kalau pengangguran berkurang, diharapkan kemiskinan juga akan berkurang.

Tidak hanya itu, Pemprov Jateng juga telah membuat kebijakan mendirikan beberapa sekolah, yaitu SMAN Tawangmangu dan SMK Pagentang. Diharapkan sekolah tersebut tahun ini bisa mulai menerima pendaftaran siswa. Selain itu menyusul rencana pembangunan SMKN Lumbir Banyumas.

“Kami sudah mendapatkan tanahnya yang hibah dari Pemkab Banyumas,” terangnya.

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

Dengan adanya kebijakan itu, kata Suyanta, tidak hanya siswa miskin yang terbantu, tapi siswa tidak miskin juga akan terbantu. Khusus siswa miskin, selain mendapatkan bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP) dari pusat, juga berpeluang mendapatkan beasiswa dari Beasiswa Unit Pengumpul Zakat yang berasal zakat PNS Jateng yang disalurkan Baznas Jateng.

Sekolah swasta juga tak luput dari perhatian pemerintah provinsi. Suyanta menuturkan, bantuan sekolah swasta diberikan kepada SMA/SMK/SLB.

“SMA/SMK/SLB swasta mendapat bantuan Bosda (bantuan operasional sekolah daerah),” tuturnya lebih lanjut.

Dari catatannya, anggaran BOS daerah pada tahun 2022 total mencapai Rp195.431.400.000. Anggaran tersebut untuk 607.021 siswa, dari 1.917 sekolah
***

Tags:
#smk#ganjar pranowo#sma#pemprov jateng#slb#pendidikan gratis
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…