SuaraPantura.com - Wilayah Pantura Tegal memang tak ada matinya. Mulai dari tempat persinggahan para pelancong, supir, hingga surga bagi para pencari hiburan malam.
Tempat-tempat yang ditengarai menjadi sarang prostitusi pun terbilang unik. Meskipun telah beberapa kali ditutup secara resmi, namun menurut informasi ternyata mereka masih nekat kucing-kucingan dengan aparat dengan tetap menjalankan aktivitasnya.
Selain tempat prostitusi di daerah jalur pantura, saat singgah di Kota Tegal sendiri kini marak tempat hiburan malam karaoke yang mayoritas kini pun terdapat Pemandu Lagu (PL).
Gadis ayu nan molek dan berpakaian seksi yang siap menemani bernyanyi para tamu yang kesepian menghabiskan malam.
Meskipun sebagian besar disebut tak berijin, namun tempat-tempat karaoke ini melenggang bebas dan tetap aman beroperasi.
Rumor pun beredar, bahwa tempat-tempat karaoke tak berijin tersebut memiliki paguyuban yang siap "memelihara" aparat demi memuluskan bisnisnya.
Bisnis kotor itu belum seberapa dengan kisah miris yang pernah disampaikan Bunga(23), salah satu PL di tempat karaoke.
Saat ditemui awak redaksi dirinya curhat dan mengaku terpaksa melakukan pekerjaan ini karena himpitan ekonomi.
" Terpaksa Kak, karena ekonomi. Mau gimana lagi, cuma pekerjaan ini aja yang bisa dilakuin, aku juga lagi pengin usaha kak biar ngga gini terus" terangnya.
Bunga merupakan janda yang memiliki satu anak, suaminya pergi dan lepas tanggung jawab.
Kini Bunga menghidupi satu anaknya dan orang tuanya.
Bunga termasuk PL yang visioner, sebab saat ditanya apa saja yang sudah ia peroleh dari peketjaannya itu dirinya terlihat bisa memanajemen finansialnya.
"Alhamdulillah udah bisa beli mobil, sama rumah kecil-kecilan, ini tinggal nglunasi mobilnya habis itu mau fokus usaha rias. Soalnya dikit-dikit sih udah bisa" terangnya.
Saat ditanya suka dukanya dalam menjalankan pekerjaan sebagai PL, bunga menceritakan dengan perlahan.
" Kalo suka nya ya pas dapet tamu baik, banyak saweran, ngga macem-macem" ungkap Bunga.
Selanjutnya, bunga menceritakan hal-hal yang menjadi beban dalam pekerjaannya sebagai PL ini.
" Kalo dukanya ya gimana ya, tiap hari harus nemenin tamu mabok, kita juga mau nggak mau ikut minum. Itu tiap hari kak. Belum lagi kalo ada tamu usil, megang-megang, ngraba-ngraba, ya kita bisa apa, cuma bisa pura-pura bahagia kak" terang Bunga.
Bunga adalah satu dari sekian banyak watinya yang dieksploitasi di tempat-tempat hiburan malam pantura.
Suka atau tidak suka, mau atau yidak mau, bunga musti menjalankan itu sebagai bagian dari pekerjaannya.
Minum minuman keras setiap hari, harus terpaksa bahagia meskipun tengah digagahi, menjadi bagian dari jeritan batin PL pantura.
***