SuaraPantura.com - Bagi para sopir-sopir pengangkut barang lintas daerah. Tempat prostitusi Peleman Pantura Tegal, dianggap sangatlah menyenangkan.
Karena lokasinya selain setrategis, lahan parkir disekitarnya luas, juga dekat dengan SPBU. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat untuk peristirahatan murah, guna melepas penat penuh nikmat dan gairah.
Tapi sayang seribu sayang tempat esek-esek terkenal itu, sekarang hanya tinggal kenangan, lantaran sudah ditutup oleh pemerintah daerah.
Banyak kenangan-kenangan indah yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata ditempat tersebut.
" Pokoknya kalau dah digoyang sama PSK disitu, bawanya pasti lupa pulang. Pokoknya jangan pulang sebelum digoyang". Seloroh beberapa supir yang pernah menjadi pelanggan setia tempat itu.
Para pekerja seks komersial (PSK) di Peleman sangat ramah-ramah. Sehingga membuat suasana menjadi hidup, dan yang lebih sepesial, adalah harganya sangat murah, tapi barangnya tidak murahan.
Artinya sekali main tidak membuat para sopir tekor isi dompet maupun duit solar.
" Dulu 200rb aja sudah bisa main berkali-kaki. Keluar badan sudah segar bugar. " Ujar Wawan (37) kenek truk.
Bahkan hingga kini, saat pas lewat jalur Pantura, dan beristirahat di sekitar daerah tersebut. Dirinya masih sering mencari sosok PSK pujaan hatinya.
" Masih kangen dengan senyuman mawar, sebut saja demikian. Manis banget mas, ramah sekali anaknya. Dan pelayanannya loh yang bikin keinget terus hahhaha". terangnya seraya di iringi gelak tawa teman-temanya.
***