SuaraPantura.com - Kencantikan dan keramahan para penghuni tempat prostitusi Peleman Tegal, sudah sangat terkenal sekali, dan konon katanya, para daun-daun mudanya tak kalah cantiknya dengan para primadona-primadona sekaliber Kalijodo maupun doli.
Hal itu, jelas membuat para pria hidung belang lupa daratan, karena tak dijumpai ditempat esek-esek lainya.
Sehingga kalaupun ada kabar Peleman buka lagi, jelas ada benarnya. Hal tersebut, tak bisa dihindari lagi, walaupun secara diam-diam atau istilahnya kucing-kucingan dengan petugas penertiban.
" Kalau ditutup tak apalah, selagi itu ada solusinya buat kami. Yang penting apapun Masalahnya Open BO solusinya. Sing penting isih bisa dibooking". Ucap Melati (22) PSK muda yang masih aktif berkarya memuaskan pelanggan.
Ditanya pendapatan di tempat Peleman dengan sistem panggilan atau open boking.
Melati menjelaskan, bahwa pendapatan open boking lebih besar daripada saat di Peleman. Tapi lebih cape karena mondar mandir, karena disesuaikan keinginan pemesan.
" Dulu paling satu hari pendapatan bersih satu juta. Tapi santai karena stay ditempat. Tapi kalau sekarang sehari bisa sampai 5jutanan sudah bersih. Tapi capenya pindah". Cletuknya.
Sejujurnya lanjut Melati, tempat-tempat maksiat lebih enak disentralkan dalam satu kawasan.
Karena mudah dikontrol, tapi kadang stigma negatif yang sangat sukar diterima masyarakat. Terlebih agama juga sangat melarang maksiat.
" Susah mas. Saya sih pinginya tidak ngecer seperti ini, enak ditempat. Karena terkontrol dan sering ada penyuluhan tentang kesehatan. Tapi ya sudahlah, saya dan teman-teman dikalahkan kemunafikan". Jelasnya.
Kalau ditelisik lebih dalam, apa yang dialami melati, juga menimpa teman-teman eks PSK Peleman. Dan sebagian besar masih aktif berkecimpung di dunia esek-esek dengan cara ngecer atau panggilan.
***