KKN Reguler 79 Posko 50 UIN Walisongo Antusias Turut Serta dalam Pagelaran Reog Merti Dusun Tritis
Tim Suara Pantura 02•
Jateng Pantura
Penulis: Aprilia Nur Rahmawati dan M. Hidayatul Ulum Mahasiswa UIN Walisongo Semarang
SuaraPantura.com - Mahasiswa KKN Reguler 79 posko 50 UIN Walisongo Semarang ikut serta dalam acara kearifan lokal kesenian reog dalam rangka Merti Dusun Tritis, Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Acara berlangsung di lapangan desa setempat Sabtu 8 Oktober 2022
Sugiyanto, selaku Kepala Dusun Tritis menuturkan, guna mengembangkan geliat kesenian dan sekaligus nguri-nguri budaya yang dimiliki dusun setempat, Dusun Tritis menampilkan Pagelarang Reog dalam Merti Dusun.
"Ditampilkan kesenian reog karena itu yang dimiliki dari dusun kita sendiri, kebetulan dari kami sudah ada kesenian sejak dari nenek moyang kita yang di beri nama Budaya Remaja Dusun Tritis. Selain itu, juga untuk menguri–uri budaya yang ada di Jawa Tengah khususnya Dusun Tritis, Desa Patemon dan untuk meningkatkan potensi dari masyarakat itu sendiri," tuturnya.
Dengan adanya Kesenian Reog Budaya Remaja Dusun Tritis, Sugiyanto Kepala Dusun Tritis berharap kegiatan tersebut dapat menjembatani potensi-potensi yang dimiliki masyarakat setempat.
Tim KKN Reguler Kelompok 50 UIN Walisongo Semarang dan Kepala Dusun Tritis — M. Hidayatul Ulum
"Di Dusun Tritis ini banyak anak muda yang memiliki suatu bakat namun belum tersampaikan. Untuk itu dusun kami menjembatani dengan mengadakan event reog itu. Sehingga kami berharap potensi-potensi itu bisa terangkat melalui merti dusun," ungkap Sugiyanto.
Sugiyanto mengatakan peningkatan potensi sangat penting bagi kalangan masyarakat. Bagaimanapun juga warga masyarakat Dusun Tritis dan dari perangkat maupun tokoh masyarakat sangat antusias dalam peningkatan potensi tersebut.
M. Nurul Huda, selaku Koordinator KKN Reguler 79 Posko 50 menyampaikan antusiasnya dalam acara tersebut.
"Acara merti dusun masih identik dengan adat istiadat sesepuh Dusun Tritis. Ini merupakan hal baru yang saya temui. Sebagian mahasiswa tim KKN belum pernah menjumpai tradisi ini sebelumnya. Sehingga kami sangat antusias terlibat dalam acara tersebut," pungkasnya.***