Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Upaya Gali Pengetahuan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Adakan Ziarah Ke Makam KH Abdullah Mudzakir

Tim Suara Pantura 02•
Jateng Pantura

Penulis: Ahmad Komar Romdhoni
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

SuaraPantura.com - Mahasiswa KKN Reguler Ke 79 Posko 24 UIN Walisongo Semarang mengadakan ziarah wali ke makam KH. Abdullah Mudzakir pada hari Sabtu di Desa Bedono, Kecamatan Sayung Kabupaten Demak,Sabtu 8 Oktober 2022.

Syekh Mudzakir memiliki nama lengkap Syekh Abdullah Mudzakir, diperkirakan lahir tahun 1878 masehi. Tepatnya di Dusun Jago Desa Wringinjajar Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Dari garis ayahnya diketahui masih keturunan Pangeran Diponegoro dari garis ibunya beliau masih keturunan Sunan Bayat.

Seperti dikutip Bondowoso Network dari kanal youtube Pupung Widiyapurnama. Sebelum menjadi ulama, Syekh Mudzakir banyak berguru kepada para ulama, salah satunya dengan Syekh Soleh Darat. Dan sekitar tahun 1900, Syekh Mudzakir menetap di Tambaksari, Bedono, Demak.

Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026

Dilansir dari Demakkab.go.id, ulama yang sehari-hari bekerja sebagai petani Demak itu kebal terhadap berbagai macam senjata. Selain itu beliau juga kerap diminta orang untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Walau begitu beliau tidak meminta imbalan atas pertolongannya. Syekh Mudzakir meninggal pada tahun 1950 di usia 81 tahun.

Foto bersama anggota KKN posko 24 di lingkungan sekitar makam KH Abdullah Mudzakir
Foto bersama anggota KKN posko 24 di lingkungan sekitar makam KH Abdullah Mudzakir — Ahmad Komar Romdhoni

Uniknya makam beliau berada diatas air sehingga siapapun yang ingin berziarah ke makam beliau harus melewati jembatan atau menaiki perahu untuk sampai ke makam, maka dari itu disebut sebagai makam terapung. Karena keajaiban makam Syekh Mudzakir, berkembanglah mitos bahwa masyarakat percaya makam itu mengapung dan tidak akan pernah tenggelam walau pasang air laut tinggi.

115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang
Baca Juga · Jateng Pantura
115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang

Hal itu diyakini masyarakat karena keluhuran budi Syekh Mudzakir yang semasa hidupnya melakukan syiar di wilayah tersebut dan sangat berjasa dalam pembangunan akhlak warga setempat, baik dalam ilmu agama maupun tradisi yang diajarkan.

"Kegiatan ziarah ini bertujuan untuk selalu mengingatkan kami pada kematian, mengingat akhirat, dan memberikan salam kepada ahli kubur dan meminta agar beliau mendoakan kami yang sedang mencari ilmu supaya dimudahkan dalam mencari ilmunya," tutur Rika, Mahasiswa KKN UIN Walisongo.

Makam Terapung KH Abdullah Mudzakir
Makam Terapung KH Abdullah Mudzakir — Ahmad Komar Romdhoni

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

Hal yang bisa kami teladani dari syekh mudzakir adalah selalu bersikap ramah, santun, dan ikhlas kepada semuanya dalam hal menolong apapun dan siapapun tanpa harus mengharapkan imbalan.

Dengan adanya kegiatan ziarah wali, kami bisa mengetahui wali wali Allah yang berperan dalam menyiarkan syariat islam di Demak khususnya di kecamatan sayung sendiri. Dimana hal itu merupakan sebuah pengetahuan baru bagi kami.

Kegiatan ini pula menjadi suatu hal yang sangat mengesankan bagi kami mahasiswa KKN reguler 79 posko 24. Shinta dan Widiya anggota kelompok kami mengungkapkan baru pertama kali berziarah ke makam wali yang makamnya diatas air sehingga kami tidak hanya berwisata religi tetapi juga berwisata alam.***

Tags:
#mahasiswa#semarang#uin walisongo#demak#ziarah#kkn#sayung#kh abdullah mudzakir
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…