SuaraPantura.com - Saat gencar munculnya gerakan masyarakat yang menuntut Pemerintah Kabupaten Pemalang agar menutup tempat prostitusi, kini muncul kabar tak sedap dari oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menariki uang kepada pemilik warung remang-remang di Comal Baru Pemalang.
Uang tersebut ditengarai sebagai upaya sekaligus jasa 'pengamanan' guna menolak pembongkaran warung remang-remang.
Hal ini disampaikan olah Hamu Fauzi, koordinator Aliansi Pantura Bersatu yang terdiri dari unsur Karangtaruna Kab.Pemalang, Gerakan Pemuda Ka’bah Pemalang, GNPB, DPC.PROBOJOYO, GAKORPAN, KPK Pemalang, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kab.Pemalang dan warga Desa Jatirejo.
Hamu menjelaskan bahwa dirinya sudah mendengar rekaman percakapan percakapan orang yang diduga pemilik warung di Comal Baru dengan seseorang.
Percakapan tersebut mengarah pada hasil pertemuan antara para pemilik warung dengan oknum LSM yang diduga akan menjadi 'beking' warung remang-remang tetsebut.
Mereka dimintai iuran Rp 500 ribu per warung atas dalih biaya demo menolak pembongkaran warung remang-remang.
“Aku mbengi rapat nang nggone Pak Andi sopo kae sing LSM? Ujung-ujunge apa mas, nggo demo ngamanake warung, limangatus per warung. (Saya semalam rapat di tempat Pak Andi siapa itu yang LSM? Ujungnya apa mas, untuk (biaya) demo ngamanin warung, limaratus (ribu) per warung,” katanya dalam rekaman percakapan seperti dilansir dari Gakorpan pada Dabtu, 21 Januari 2023.
Sebelumnya, Pro Kontra terhadap pembongkaran warung-warung yang ditengarai sebagai sarang aktivitas prostitusi di kawasan Comal Baru kini semakin memanas.
Pasalnya, dua pihak kini sudah saling berhadapan. Ada pihak dari Comal Baru Bersatu yang dikomandoi oleh Andi Rustono menolak keras pembongkaran warung-warung di kawasan tersebut.
Di pihak lain, ada LSM Forum Pekalongan Bangkit yang menyatakan mendukung pihak manajemen PTPN 9.
Diketahui, Warung-warung tersebut berdiri di atas tanah bekas rillban (lori tebu) yang merupakan aset milik PT Perkebunan Nusantara 9.
Aliansi Comal Baru Bersatu menyatakan akan menggelar aksi menolak pembongkaran warung-warung di Comal baru pada 24 Januari 2023.
Mereka memusatkan titik aksi di Gedung DPRD Kabupaten Pemalang dan kantor Adm. PG Sragi.
Mereka menolak pembongkaran warung secara paksa dan menyebut keterlibatan oknum anggota DPRD yang ditengarai menjadi dalang provokatif.
Sementara LSM Forum Pekalongan Bangkit juga menyatakan menolak aksi dari Aliansi Comal Baru Bersatu yang memasuki kawan Pekalongan yakni di kantor Adm. PG Sragi.
Mereka mendukung upaya PTPN 9 ( PG Sragi) dalam upaya pembongkaran warung remang-remang di kawasan tersebut.
Mereka juga meminta pihak Pokres Pekalongan untuk mentertibkan Aksi CB Bersatu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
***