Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Soroti Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Pemalang, Ganjar : Mereka Butuh Bekerja

Desky Danuaji•
Jateng Pantura

SuaraPantura.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Ranowo melakukan kunjungan ketjanya ke dua daerah dengan predikat miskin ekstrem di Jawa Tengah yakni Brebes dan Pemalang.

Menurut Ganjar Pranowo, basis penilaian kemiskinan itu mereka yang pengeluarannya dibawah Rp. 400 ribu/bulan. Hal itu bisa dipastikan bahwa mereka yang dianggap miskin tidak memperoleh akses pekerjaan.

“Kalau kemiskinan ekstrem itu diukur dari pengeluaran mereka Rp400 ribu (per bulan), bagaimana agar mereka pengeluarannya lebih dari itu. Secara indikator itu akan memungkinkan. Dan ketemu hasil analisis kami, mereka tidak bekerja. Mereka butuh bekerja,” kata Ganjar, dalam pelaksanaan koordinasi percepatan penanggulangan kemiskinan di Pemalang, Selasa 24 Januari 2023.

Ganjar sudah mendapatkan solusi agar warga miskin bisa cepat mendapatkan pekerjaan, yaitu berkomunikasi dengan perusahaan di daerah setempat. Hasilnya, perusahaan mau menerima masyarakat miskin untuk bekerja.

Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026

“Bahkan yang unskill (tidak punya keahlian) pun mau diterima. Tapi jangan dong perusahaan nerima yang unskill. Maka pemerintah menyediakan pelatihan. Perusahaan kita ajak kerja sama, agar mereka yang tidak bekerja itu dari keluarga yang kemiskinannya ekstrem,” tuturnya lebih lanjut.

Ganjar menekankan, pihaknya mulai mendorong kepada seluruh pemkab/ pemkot sampai tingkat desa, agar mendata untuk memastikan warganya yang masuk kategori kemiskinan ekstrem dan tidak ekstrem.

Bila perlu intervensi, lanjut politisi berambut putih ini, penanganan apa yang dibutuhkan. Apakah sudah ada sumber keuangannya atau belum. Jika belum maka bisa menggunakan CSR, Baznas, atau dari pihak lain.

115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang
Baca Juga · Jateng Pantura
115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang

Terkait pendidikan dari anak yang tidak sekolah, Ganjar siap memaksimalkan SMKN Jateng, sebagai solusi agar anak-anak tersebut bisa sekolah.

“Salah satu indikator kemiskinan adalah sekolah (pendidikan). Maka saya minta, cari orangnya, dengan tanda petik, harus berangkat ke sekolah, kita memberikan fasilitas. Mudah-mudahan dari SMK Jateng itu kan ada tiga sekarang, tambah 15 kan ada 18 (sekolah). Bisa kita titipkan sana-sini,” terang Ganjar.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menuturkan, kemiskinan itu bukan masalah fisik, tapi juga masalah mental.

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

“Tapi lebih dari itu, kemiskinan itu selesai kalau punya pendapatan. Tadi rata-rata Jateng itu kalau pendapatan per kapita per bulan sekitar Rp400 ribu, itu sudah masuk di grade tidak miskin lagi. Caranya, tadi Pak Gubernur menyampaikan, saya selaku Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng, kami mendata, industri di seputaran kabupaten yang ekstrem itu sudah kita ajak bicara,” kata Sujarwanto.

Hasilnya, imbuh dia, pemerintah berusaha agar perusahaan memprioritaskan afirmasi tenaga kerjanya dari warga miskin ekstrem.

“Pemalang saja dengan cepat sudah ada, dapat 800 lowongan yang dapat dimasuki dari warga miskin. Cara-cara seperti itulah percepatan akan terjadi. Dan Pak Gubernur meminta kreativitas ditingkatkan, di tingkat desa, dan melibatkan banyak pihak,” terangnya lebih lanjut.
***

Tags:
#ganjar pranowo#pemalang#gubernur jawa tengah#bekerja#kemiskinan ekstrem
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…