SuaraPantura.com - Salah seorang dokter ahli forensik, Stephanie Yulianto membagikan kisahnya saat mengautopsi mayat seorang wanita yang diduga sebagai selingkuhan atau dikenal dengan sebutan pelakor.
Wanita tersebut ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya.
Pada awalnya tetangga kos mencium aroma tak sedap yang bersumber dari kamar wanita tersebut.
Akhirnya mereka mendobrak kamar itu dan ditemukan wanita tersebut sudah tidak bernyawa.
Dokter Stephanie pun membagikan kisahnya melalui tiktok sehingga kemudian viral.
Pemeriksaan awal, tim forensik tidak menemukan adanya kelainan atau luka-luka. Namun, setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, tim menemukan temuan yang aneh.
Di tubuh korban ditemukan banyak sekali belatung. Penemuan belatung ini mengejutkan dan sulit dijelaskan secara medis karena umumnya belatung tersebut tidak bisa bertahan hidup di atas suhu 30 derajat celcius.
Sementara tubuh manusia memilihi suhu kisaran 37 derajat celcius.
Informasi yang didapatkan oleh tim forensik, kata Stephanie Yulianto, korban adalah seorang wanita selingkuhan atau sugar baby dari seorang laki-laki yang memiliki kedudukan.
Wanita selingkuhan itu di masyarakat dikenal dengan sebutan pelakor.
Korban menjalani hidup sebagai wanita pelakor. Hingga pada suatu ketika kesehatannya menurun.
Beberapa kali wanita tersebut sudah berobat ke berbagai tempat mulai dari medis maupun alternatif namun tak kunjung sembuh hingga kemudian ditemukan meninggal di kosnya.
Seperti diketahui, Pelakor (singkatan dari perebut laki orang) adalah istilah untuk menyebut seorang perempuan yang dianggap telah memicu keretakan rumah tangga seseorang.
Meski istilah pelakor lebih banyak dikenal, terdapat istilah serupa untuk menyebut sosok laki-laki yaitu pebinor (singkatan dari perebut bini orang).
Istilah ini berkaitan dengan tindakan perselingkuhan, khususnya dengan mereka yang telah memiliki pasangan sah dalam pernikahan.
***