Suarapantura.com - Bali United membawa pulang tiga poin dari Stadion Kanjuruhan, Malang, setelah mengalahkan Arema FC dengan skor 3-1 pada pekan kedelapan Super League 2026-2027, Sabtu (31/10/2026).
Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-40. Marko Dugandzic melepaskan tendangan yang tidak mampu dihalau kiper Arema FC, Syahrul Trisna, setelah menerima umpan dari Irfan Jaya. Lima menit berselang, giliran Irfan Jaya yang mencatatkan namanya di papan skor dan membuat Bali United memimpin 2-0 hingga turun minum.
Arema FC mencoba bangkit pada babak kedua. Achmad Maulana sempat mengancam lewat tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-57, tetapi upayanya masih bisa dihentikan kiper Bali United, Mike Hauptmeijer.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, gawang Arema FC justru kembali kebobolan pada menit ke-67. Teppei Yachida lolos dari jebakan offside, memenangi duel satu lawan satu dengan Syahrul Trisna, lalu mencungkil bola ke pojok kanan gawang untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Laga sempat memanas pada menit ke-74 ketika Alvaro Dewangga diganjar kartu merah usai terlibat insiden dengan pemain Bali United. Dewangga sendiri baru masuk ke lapangan pada menit ke-66 menggantikan Arkhan Fikri.
Bermain dengan sepuluh pemain, Arema FC akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-79. Careca melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti yang menghujam ke pojok kanan gawang Bali United.
Harapan tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan pupus setelah Arema FC kembali kehilangan pemain akibat kartu merah di pengujung laga, sehingga mereka menutup pertandingan dengan sembilan pemain. Skor 3-1 untuk kemenangan Bali United bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini membuat Bali United mengoleksi 16 poin dari delapan pertandingan, hasil dari lima kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan, dan menjaga posisi mereka di papan atas klasemen sementara. Sementara itu, Arema FC tertahan dengan sembilan poin dari delapan laga.
Sebelumnya, Arema FC datang ke pertandingan ini dengan modal kemenangan 4-0 atas Dewa United pada 25 Oktober 2026. Namun, hasil di Kanjuruhan menghentikan momentum kebangkitan Singo Edan di hadapan pendukungnya sendiri.
Sumber: BolaSport dan Kicker.