Suarapantura.com - Operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia, I.League, menggelar pertemuan dengan para pemilik klub peserta Super League 2026/2027 di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Pertemuan bertajuk Club Owners Meeting itu mempertemukan unsur pemerintah, kepolisian, federasi, dan klub dalam satu forum.
Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. Dari unsur sepak bola, hadir Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Direktur Utama I.League Ferry Paulus, serta para pemilik klub peserta kompetisi.
Agenda utama pertemuan adalah memperkuat komitmen bersama menjaga keberlangsungan, keamanan, dan kualitas kompetisi. Isu keamanan menjadi sorotan setelah sejumlah insiden yang melibatkan suporter mewarnai bergulirnya Super League musim ini.
Kapolri menekankan tanggung jawab operator kompetisi dan klub dalam mencegah potensi gangguan keamanan. Menurut dia, klub merupakan pihak yang paling memahami karakter suporternya masing-masing sehingga diharapkan aktif membangun komunikasi, mengambil langkah pencegahan, dan berkoordinasi dengan kepolisian.
Pengamanan pertandingan, kata Kapolri, dijalankan berbasis pemetaan risiko, data, dan informasi intelijen. Karena itu, dukungan nyata dari operator kompetisi dan seluruh klub dinilai sangat diperlukan. Ia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap tindakan anarkis, pelanggaran hukum, serta pihak yang diduga berupaya memanfaatkan sepak bola untuk memicu konflik.
Sementara itu, Sufmi Dasco Ahmad menyoroti besarnya dampak ekonomi sepak bola nasional yang menyentuh masyarakat hingga pelaku usaha di daerah. Besarnya pengaruh tersebut, menurut dia, perlu diiringi upaya menjaga persatuan dan mengantisipasi potensi konflik yang dapat mengganggu keberlangsungan kompetisi.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi peningkatan profesionalisme kompetisi. Ia menegaskan sepak bola merupakan alat pemersatu bangsa sehingga harus menjadi ruang untuk menghargai perbedaan dan mempererat persatuan, bukan pemicu perpecahan. Erick juga menyinggung keberhasilan tim nasional meraih gelar FIFA ASEAN Cup.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyampaikan perkembangan sepak bola Indonesia kini berdampak luas, mulai dari pembangunan karakter generasi muda, pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, hingga kehidupan sosial masyarakat. Ekosistem sepak bola yang sehat, menurut dia, turut berkontribusi terhadap stabilitas nasional.
Melalui pertemuan ini, I.League bersama klub menegaskan komitmen menjalankan seluruh ketentuan yang berlaku, meningkatkan langkah pencegahan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah, kepolisian, dan PSSI. Komitmen tersebut menjadi tanggung jawab bersama agar kompetisi berjalan aman, tertib, profesional, dan memberi dampak positif bagi sepak bola Indonesia.
Sumber: Skor.id, Terkini24.com