Suarapantura.com - Langkah tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, terhenti pada babak pertama Korea Open 2026. Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu kalah dua gim langsung dari wakil Jepang, Yushi Tanaka, dalam pertandingan di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, Rabu, 4 November 2026.
Tanaka, yang berstatus unggulan ketujuh turnamen, menang dengan skor 21-13 dan 21-17. Hasil tersebut memastikan langkah Tanaka ke babak 16 besar, sementara Ubed harus mengakhiri kiprahnya lebih awal di turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.
Pada gim pertama, Ubed tertinggal cukup jauh dan hanya mampu mengumpulkan 13 poin. Tanaka tampil agresif sejak awal, menutup gim pembuka dengan kemenangan 21-13 dan membuat Ubed kesulitan mengembangkan permainan.
Perlawanan Ubed membaik pada gim kedua. Ia mampu mengumpulkan 17 poin dan sempat menemukan ritme permainan yang lebih nyaman. Namun, Tanaka kembali mengambil kendali pada poin-poin penentuan dan menutup gim kedua dengan skor 21-17.
Ubed mengakui pukulan Tanaka sulit terbaca sepanjang pertandingan. Rencana untuk mengajak lawan bermain reli panjang tidak berjalan sesuai harapan karena Tanaka sudah siap menjaga pertahanan dan sering mencuri poin dari situasi tersebut.
Kekalahan ini memperpanjang catatan pertemuan yang kurang menguntungkan bagi Ubed melawan Tanaka. Sebelumnya, kedua pemain bertemu pada babak 16 besar Orleans Masters 2026 pada Maret lalu, dan Ubed juga kalah dua gim langsung pada pertemuan tersebut.
Meski tersingkir, Ubed tidak ingin terlalu lama larut dalam hasil di Korea Selatan. Ia mengalihkan fokus ke Kumamoto Masters Japan 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kumamoto, Jepang, pada 10 hingga 15 November mendatang.
Turnamen tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Ubed untuk menguji perbaikan permainannya. Beberapa hari ke depan akan dimanfaatkan untuk pemulihan kondisi fisik secara maksimal, mengevaluasi kekurangan saat menghadapi Tanaka, dan mempersiapkan penampilan yang lebih baik.
Bagi Ubed, pengalaman di Korea Open diharapkan menjadi bekal penting. Konsistensi dan kemampuan membaca permainan lawan menjadi pekerjaan rumah utama sebelum ia kembali bertanding di Jepang pekan depan.
Sumber: Gebrak.id, Topik.id, dan BolaSport.