Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Wali Kota Tegal Ikuti Ujian Amatir Radio, Siap Perkuat Komunikasi Darurat Bencana

M teguh•
Seputar Bregas

Foto: Liputan99

Suarapantura.com - Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengikuti Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) tingkat Penggalang di Hotel Karlita, Kota Tegal, pada Minggu (11/10/2026). Keikutsertaannya menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan ujian kepada masyarakat, khususnya peserta dari Kota Tegal dan wilayah sekitarnya.

Ujian tersebut diikuti 65 peserta. Sebanyak 63 peserta mengikuti ujian tingkat Siaga, sedangkan dua peserta lainnya, termasuk Wali Kota Tegal, mengikuti ujian tingkat Penggalang atau tingkat menengah yang dikenal dengan sebutan YC.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Kelas I Semarang, Budi Widarto, menyampaikan bahwa pelaksanaan UNAR di Kota Tegal merupakan penyelenggaraan ketujuh sepanjang 2026. Ia berharap ujian ini melahirkan operator radio amatir yang legal, tertib, dan bertanggung jawab dalam menggunakan spektrum frekuensi radio.

UMUS Brebes Wisuda 331 Lulusan, Kukuhkan Enam Lulusan Perdana Magister Manajemen
Baca Juga · Seputar Bregas
UMUS Brebes Wisuda 331 Lulusan, Kukuhkan Enam Lulusan Perdana Magister Manajemen

Menurut Budi, radio amatir memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi darurat, terutama ketika bencana atau kondisi kedaruratan mengganggu jaringan komunikasi umum. Bagi peserta yang belum memperoleh kuota pada ujian kali ini, kesempatan berikutnya dijadwalkan pada November 2026 di Semarang.

Sementara itu, Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia Daerah (ORDA) Jawa Tengah, JB Praharto, menekankan pentingnya peran organisasi dalam mendukung anggotanya, termasuk mereka yang mengikuti ujian amatir radio. Ia menyebut perkembangan teknologi sebagai tantangan tersendiri bagi komunitas radio amatir.

Tebing Sungai Pedes Ambrol, Warga Kutamendala Brebes Usulkan Penahan Tebing
Baca Juga · Seputar Bregas
Tebing Sungai Pedes Ambrol, Warga Kutamendala Brebes Usulkan Penahan Tebing

Di sisi lain, menurut Praharto, masih terdapat ruang pemanfaatan spektrum frekuensi radio untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan kebencanaan. Ia berharap para peserta dapat membantu pemerintah dalam pengaturan frekuensi radio serta memanfaatkan komunikasi radio untuk kepentingan kemanusiaan.

Kehadiran kepala daerah sebagai peserta ujian dinilai memberi contoh langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan komunikasi. Ketika jaringan telepon dan internet terganggu akibat bencana, jaringan radio amatir dapat menjadi jalur alternatif untuk menyampaikan informasi dan mengoordinasikan bantuan.

Transaksi Nontunai Brebes Diproyeksikan Capai 82 Persen, QRIS Hadir di 17 Pasar Daerah
Baca Juga · Seputar Bregas
Transaksi Nontunai Brebes Diproyeksikan Capai 82 Persen, QRIS Hadir di 17 Pasar Daerah

Melalui ujian ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh izin sebagai operator radio amatir, tetapi juga memahami tanggung jawab dalam menggunakan frekuensi secara tertib dan sesuai aturan. Dengan begitu, keberadaan komunitas radio amatir di Kota Tegal dapat semakin berkontribusi bagi masyarakat luas.

Sumber: Liputan99, Warta Bahari, BeritaJateng.

Tags:
#tegal#kota tegal#radio amatir#unar#orari#komunikasi darurat
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…