Suarapantura.com - Puskesmas Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, mencatat 350 kasus tuberkulosis (TBC) di wilayah kerjanya hingga Oktober 2026. Angka tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan ini.
Kepala Puskesmas Tonjong, Ida Trees Listyani, menyampaikan temuan itu dalam kegiatan penelusuran aktif atau Active Case Finding (ACF) di Balai Desa Linggapura, Jumat (9/10/2026). Menurut dia, sebagian besar pasien saat ini sedang menjalani pengobatan secara intensif dan terpantau oleh petugas kesehatan.
Dari hasil pelacakan aktif tersebut, petugas menemukan 32 orang yang dinyatakan positif TBC berdasarkan pemeriksaan dahak serta 14 orang lainnya yang terdiagnosis secara klinis. Temuan ini menunjukkan bahwa penularan di wilayah Tonjong masih berlangsung dan membutuhkan penanganan yang cepat.
Untuk memutus rantai penularan, Puskesmas Tonjong kini tidak lagi hanya menunggu pasien datang berobat. Petugas menerapkan strategi jemput bola dengan mendatangi langsung permukiman warga, terutama di empat desa dengan jumlah temuan kasus terbanyak. Warga yang mengalami batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, demam tanpa sebab yang jelas, keringat pada malam hari, dan penurunan berat badan secara drastis menjadi sasaran pemeriksaan.
Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan menggandeng kader kesehatan desa untuk memantau dan mendampingi warga yang diduga mengalami gejala TBC. Warga yang menunjukkan gejala akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di puskesmas. Kegiatan penelusuran di Desa Linggapura juga didampingi Bhabinkamtibmas Polsek Tonjong dan diikuti sekitar 100 warga yang menjalani pemeriksaan, mulai dari pengecekan gula darah, berat dan tinggi badan, riwayat penyakit, pengambilan sampel dahak, hingga rontgen.
Ida menekankan pentingnya kedisiplinan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas. Pasien dilarang menghentikan obat sebelum dinyatakan sembuh oleh tenaga medis, karena penghentian sepihak diduga dapat memicu kekebalan obat dan memperparah penularan. Sebagai langkah perlindungan tambahan, anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien juga diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) agar tidak ikut tertular.
Lingkungan rumah juga dinilai memegang peranan penting dalam mencegah penularan. Rumah yang sehat perlu memiliki ventilasi yang memadai sehingga udara dapat bersirkulasi dan sinar matahari pagi bisa masuk, karena cahaya matahari diduga membantu menekan bakteri penyebab TBC di dalam ruangan.
Seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030. Puskesmas Tonjong mengimbau masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan agar segera memeriksakan diri. Deteksi dini dinilai menjadi langkah terbaik untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Sumber: Portal Pantura, Emsatu News, Indonesian Police News.