Suarapantura.com - Kementerian Pertanian menyalurkan ratusan pompa air untuk membantu petani di Kabupaten Tegal menghadapi musim kemarau. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, sebanyak 627 unit pompa air didistribusikan kepada kelompok tani di wilayah tersebut.
Bantuan itu menjadi bagian dari upaya mitigasi kekeringan agar lahan pertanian tetap memperoleh pasokan air. Dengan pompa, air dari sungai dan sumber air permukaan lainnya diharapkan dapat dialirkan ke sawah sehingga petani tetap bisa menanam dan risiko gagal panen dapat ditekan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor penentu dalam menjaga produksi pangan. Ketika curah hujan menurun, pompanisasi dinilai sebagai cara cepat untuk memastikan sawah tetap terairi dan indeks pertanaman tetap terjaga.
Berdasarkan data pemerintah daerah, lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan di Kabupaten Tegal mencapai 8.093 hektare. Sebagian besar berada di Kecamatan Warureja dan Suradadi, yakni 7.643 hektare, sedangkan 450 hektare lainnya berada di Kecamatan Kedungbanteng. Selain kemarau, kerusakan infrastruktur pengairan, termasuk Bendung Cipero, turut menambah tantangan dalam memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, mengingatkan agar pemanfaatan pompa disesuaikan dengan ketersediaan sumber air dan kebutuhan lahan. Menurut dia, penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan alat. Pengelolaan sumber air, perbaikan irigasi, pendampingan petani, serta penyesuaian pola tanam juga perlu berjalan beriringan.
Pemerintah Kabupaten Tegal menyatakan terus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menangani kekeringan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, Endro Nor Susilo, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai terkait penanganan Bendung Cipero dan jaringan irigasi lainnya. Koordinasi dengan BMKG juga diperkuat agar informasi cuaca dan iklim dapat menjadi dasar bagi petani dalam menyesuaikan kegiatan budidaya.
Penyaluran pompa di Tegal merupakan bagian dari program pompanisasi nasional. Kementerian Pertanian menyiapkan 56 ribu unit pompa air pada Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah mitigasi kekeringan untuk menjaga produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau dan perubahan iklim. Di sisi lain, BMKG mengingatkan bahwa Kabupaten Tegal termasuk wilayah yang perlu mewaspadai kekeringan, dengan musim hujan yang diperkirakan baru dimulai pada November.
Sumber: Agrofarm, Ditjen PSP Kementerian Pertanian.