Suarapantura.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal telah menyalurkan lebih dari 1,05 juta liter air bersih untuk warga yang terdampak kemarau panjang. Hingga Selasa (13/10/2026) malam, total bantuan yang sudah didistribusikan mencapai 1.056.000 liter atau setara 264 tangki.
Bantuan tersebut menjangkau 40 desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Sebanyak 64.189 jiwa dari 19.525 kepala keluarga tercatat menerima manfaat dari penyaluran air bersih ini. Distribusi dilakukan setiap hari dan telah memasuki hari ke-83.
Kemarau yang tak kunjung usai membuat banyak sumur warga mengering sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Kecamatan Jatinegara menjadi salah satu wilayah yang paling merasakan dampak kekeringan. Di sejumlah titik, warga terpaksa membeli air galon isi ulang dan mencari sumber air ke tempat lain.
Krisis air bersih di sebagian wilayah juga dilaporkan berkaitan dengan proyek revitalisasi Bendung Danawarih dan saluran irigasi. Aliran air dari Sungai Gung ke saluran tersier disebut terhenti sehingga sumur-sumur warga ikut mengering. Di Desa Timbangreja, Kecamatan Lebaksiu, warga menyambut kedatangan mobil tangki air bersih dengan membawa berbagai wadah.
Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto, menyampaikan bahwa penyaluran air bersih masih terus berjalan setiap hari. Keterangan tersebut disampaikan atas nama Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo. PMI memastikan distribusi akan dilanjutkan selama warga masih membutuhkan.
Air bersih yang disalurkan dimanfaatkan warga terutama untuk minum, memasak, dan mandi. Sementara itu, untuk mencuci pakaian, sebagian warga terpaksa pergi ke Sungai Gung yang jaraknya cukup jauh dari permukiman.
Selain bantuan darurat, PMI menilai diperlukan langkah jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan sumber air agar kesulitan serupa tidak berulang setiap musim kemarau. Warga pun diimbau menggunakan air secara bijak dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila membutuhkan bantuan distribusi air bersih lanjutan.
Penyaluran dilakukan secara bergilir berdasarkan laporan dan data di lapangan. PMI bekerja sama dengan berbagai pihak agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau desa-desa yang paling membutuhkan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait juga terus memantau perkembangan kekeringan di wilayah Kabupaten Tegal.
Sumber: Jempolindo.id dan Kompas TV.