Suarapantura.com - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa pemetaan kompetensi dan potensi aparatur sipil negara (ASN) atau Pro-ASN yang diikuti 600 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal bukan ajang seleksi jabatan. Penegasan itu disampaikan saat ia memberikan pengarahan kepada para peserta di Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan Pro-ASN tersebut berlangsung selama dua hari, 14-15 Oktober 2026. Sebanyak 600 ASN Pemkab Tegal mengikuti rangkaian pemetaan yang dirancang untuk menggambarkan kompetensi, potensi, dan kualitas masing-masing pegawai. Bupati Ischak menekankan bahwa hasil pemetaan mencerminkan kondisi peserta pada saat pengukuran dilakukan, sehingga tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai seseorang secara permanen.
Menurut Bupati, Pro-ASN bukan sarana untuk menentukan siapa yang lebih baik atau lebih buruk di antara sesama ASN. Program ini juga bukan proses promosi maupun perebutan jabatan. Tujuannya adalah memahami secara menyeluruh kompetensi, potensi, dan kualitas para pegawai agar pembinaan kepegawaian dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.
Hasil pemetaan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Tegal. Penempatan pegawai diharapkan semakin sesuai dengan kompetensi, minat, bakat, dan kemampuan masing-masing, sekaligus menjawab kebutuhan organisasi. Prinsip yang dipegang adalah menempatkan orang yang tepat pada tempat yang tepat.
Data yang terkumpul juga akan menjadi dasar penyusunan program pengembangan kompetensi yang lebih terarah. Selain itu, pemetaan ini diharapkan membantu menyiapkan kader pemimpin birokrasi secara lebih sistematis, sehingga regenerasi kepemimpinan di lingkungan Pemkab Tegal berjalan berkesinambungan.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Manajemen ASN Kantor Regional I BKN Yogyakarta, Anang Pikukuh Purwoko, yang hadir mewakili pimpinan kantor tersebut, menyampaikan bahwa data penilaian kompetensi berpengaruh kuat terhadap data manajemen talenta peserta. Karena itu, ia meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan dengan serius. Komitmen pimpinan daerah, kata dia, perlu diimbangi kesungguhan para pegawai agar data yang dihasilkan benar-benar dapat dipakai untuk pengelolaan ASN jangka panjang.
Para peserta juga diminta menjawab setiap instrumen dengan jujur dan apa adanya, bukan sekadar mencari jawaban yang dianggap paling benar. Semakin jujur jawaban yang diberikan, semakin akurat pula data yang diperoleh, sehingga langkah pengembangan yang disusun setelahnya menjadi lebih tepat.
Salah satu peserta, Erlin Dwi Haryani, mengatakan materi yang diujikan antara lain berkaitan dengan literasi digital. Ia berharap hasil Pro-ASN dapat menjadi bahan evaluasi mengenai sejauh mana kemampuan pegawai sesuai dengan tugas pada jabatan yang diemban saat ini.
Pemkab Tegal berharap pemetaan ini mendorong ASN untuk terus berkembang menjadi aparatur yang kompeten, profesional, dan andal dalam melayani masyarakat. Manajemen talenta, dalam pandangan Bupati Ischak, tidak hanya soal siapa yang menduduki suatu jabatan, melainkan juga memastikan setiap ASN mendapat kesempatan mengembangkan diri sesuai potensinya.
Sumber: TargetNews.id dan Terkininews.com.