Suarapantura.com - Ratusan mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal mengikuti kuliah umum bertajuk "Anak Muda Memandang Republik" pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan analis politik dan komunikasi Hendri Budi Satrio atau yang akrab disapa Hensat, bersama Rektor UHN Tegal Sudirman Said.
Dalam paparannya, Hendri mengajak mahasiswa menjadikan integritas sebagai prinsip utama dalam menjalani kehidupan. Menurut dia, kampus bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang untuk melatih kepekaan terhadap persoalan bangsa dan keberanian mengambil peran dalam perubahan.
Ia mendorong mahasiswa untuk berani berpikir kritis dan tidak bersikap pasif menghadapi berbagai persoalan di sekitarnya. Kemampuan tersebut, kata dia, perlu dilatih sejak masa kuliah agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan keteguhan sikap.
Hendri juga membagikan pengalamannya saat masih kuliah, ketika ia ikut mendirikan media pers mahasiswa. Pengalaman itu disebutnya menjadi salah satu jalan untuk menyalurkan kepedulian terhadap isu-isu kebangsaan sekaligus melatih kemampuan menulis, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.
Dalam kuliah umum itu, Hendri turut memaparkan hasil survei daring yang digelar pada 23-29 September 2026 mengenai minat karier anak muda. Wirausaha menjadi pilihan terbanyak dengan 32,8 persen, disusul menjual atau berdagang 7,1 persen, karyawan kantor 6,4 persen, pegawai negeri sipil 5,7 persen, guru atau dosen 4 persen, dan content creator 3,9 persen.
Survei yang sama juga menunjukkan tantangan yang dihadapi anak muda dalam mencari pekerjaan. Sebanyak 74,7 persen responden mengaku kesulitan memperoleh pekerjaan, sementara gaji masih menjadi pertimbangan utama dalam memilih pekerjaan, meski persoalan keseimbangan kehidupan kerja juga menjadi perhatian.
Sementara itu, Rektor UHN Tegal Sudirman Said menekankan bahwa pendidikan tinggi harus melampaui pembelajaran akademik semata. Mahasiswa, kata dia, perlu memanfaatkan masa kuliah untuk mengasah keterampilan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Sudirman menyampaikan bahwa penguasaan soft skills dan hard skills sama-sama penting. Ia mencontohkan hasil tracer study kampus yang menunjukkan sekitar 85 persen lulusan UHN terserap ke dunia kerja. Saat ini, UHN memiliki hampir 4.000 mahasiswa yang tersebar di 22 program studi dan empat fakultas.
Ia juga menyinggung persoalan pengangguran terdidik, dengan gambaran sekitar satu juta lulusan perguruan tinggi setiap tahun belum terserap ke lapangan kerja formal. Karena itu, kampus didorong terus memperkuat pembinaan agar lulusannya mampu bersaing dan berkontribusi.
Melalui kuliah umum tersebut, pihak kampus berharap mahasiswa terdorong menjadi generasi yang berintegritas, mandiri, dan kompeten, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan masa depan Indonesia.
Sumber: Media Indonesia dan PanturaNews.