Suarapantura.com - Kabar baik datang dari sektor pertanian Kabupaten Tegal. Panen raya padi di Desa Kedungsugih, Kecamatan Pagerbarang, mencatat hasil yang jauh melampaui pola tanam konvensional setelah menerapkan metode Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Panen yang digelar pada Kamis, 29 Oktober 2026 itu meliputi lahan seluas 95 hektare. Rata-rata hasilnya mencapai sekitar 10 ton gabah per hektare, sementara di sejumlah titik produktivitasnya bahkan menembus lebih dari 12 ton per hektare.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program percontohan Kementerian Pertanian. Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KP Tan) bekerja sama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah, para penyuluh pertanian, dan petani setempat.
Plt Kepala Dinas KP Tan Kabupaten Tegal Endro Noor Susilo dan Kepala Bidang Sarana Pertanian Abdul Syakur menjadi perwakilan dinas yang menyampaikan keterangan mengenai capaian panen tersebut.
PM-AAS sendiri merupakan pendekatan pertanian presisi. Metode ini memadukan benih unggul, tanam rapat yang presisi, pengaturan populasi tanaman, mekanisasi pertanian, efisiensi irigasi, serta pendampingan teknis berkelanjutan. Tujuannya mengoptimalkan fotosintesis dan populasi tanaman, sekaligus membuat pemakaian pupuk dan air menjadi lebih efisien.
Sebagai pembanding, rata-rata produktivitas padi nasional disebut masih berada di kisaran 5 hingga 5,5 ton per hektare. Kementerian Pertanian menyatakan metode PM-AAS dikembangkan selama sekitar dua tahun dengan memadukan sistem tanam jajar legowo dan praktik budidaya modern, dan pada sejumlah uji lapangan hasilnya diklaim mencapai 12,4 ton per hektare.
Sebelum panen di Pagerbarang, program percontohan ini juga telah lebih dulu dipanen di Kecamatan Warureja dengan luas 5 hektare. Panen di Pagerbarang disebut menutup kekurangan dari panen perdana tersebut, sekaligus menempatkan Tegal sebagai contoh penerapan pertanian yang efisien dan berkelanjutan di tingkat nasional.
Ke depan, pola budidaya presisi ini direncanakan direplikasi ke sentra-sentra padi lain di Kabupaten Tegal, terutama lahan sawah beririgasi teknis, untuk mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.
Sumber: Radar Tegal, Kementerian Pertanian (BRMP).