Suarapantura.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menggelar program Bupati Tilik Desa di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, pada Jumat (9/10/2026) malam. Dalam forum yang mempertemukan pemerintah daerah dan warga itu, Pemkab Tegal berkomitmen mengupayakan penanganan cepat atas aspirasi warga yang bersifat mendesak agar dapat masuk dalam anggaran daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Amir Makhmud hadir mewakili Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang berhalangan karena agenda kedinasan lain. Di hadapan ratusan warga, ia memastikan setiap masukan akan dicatat dan dikaji secara mendalam. "Sebisa mungkin dianggarkan apabila memang sangat mendesak," ujarnya saat menyampaikan pesan Bupati.
Amir menjelaskan, jajaran kepala perangkat daerah dan pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD) turut hadir dalam forum tersebut. Kehadiran lengkap itu dimaksudkan untuk memotong jalur birokrasi sekaligus membuka ruang komunikasi langsung antara warga dan pengambil kebijakan, sehingga persoalan di desa dapat dibahas tanpa harus menunggu proses berjenjang yang panjang.
Sebelum dialog malam hari, rangkaian kegiatan diawali pada sore hari dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian berupa pompa air. Sebanyak 23 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Lebaksiu tercatat sebagai penerima, dengan sembilan unit diserahkan secara simbolis. Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian melalui usulan Pemkab Tegal dan dimaksudkan sebagai mitigasi kekeringan agar produktivitas lahan tetap terjaga di tengah musim kemarau. Acara juga diisi pertandingan sepak bola persahabatan antara jajaran pemkab dan warga, serta penyaluran bantuan sosial dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal bagi warga yang membutuhkan.
Pada sesi dialog, warga menyampaikan lima kelompok persoalan utama. Pertama, keselamatan lalu lintas di jalan utama Kesuben yang dinilai berisiko karena padatnya kendaraan, terutama bagi anak sekolah dan warga yang menyeberang untuk beribadah. Kedua, keterbatasan sarana pengangkutan sampah di tingkat desa yang memicu penumpukan. Ketiga, kebutuhan perbaikan jaringan irigasi sekunder dan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) bagi petani. Keempat, keresahan atas maraknya pencurian kendaraan bermotor dan kenakalan remaja. Kelima, usulan sarana olahraga yang representatif di lapangan desa bagi generasi muda.
Kepala Desa Kesuben Arif Maskur menyebut kunjungan tersebut dinanti warga selama 15 tahun. Ia berharap keluh kesah warga terkait infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dapat segera ditindaklanjuti. Ia juga menyampaikan kebutuhan mendesak berupa penambahan armada pengangkut sampah yang kondisinya saat ini sudah rusak dan belum memadai. Menurut Arif, visi Tegal Luwih Apik tidak akan terwujud tanpa kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan desa.
Menanggapi keluhan keselamatan jalan, Amir menjelaskan adanya batasan regulasi dan kewenangan. Apabila jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat atau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkab Tegal akan berperan sebagai agregator yang mendorong percepatan penanganan. Pemkab juga akan segera berkoordinasi dan melakukan pengecekan lapangan untuk menindaklanjuti persoalan teknis yang disampaikan warga.
Dalam forum itu juga diperkenalkan dua program unggulan Pemkab Tegal, yakni BPJS Gratis yang memberikan akses pengobatan gratis dengan prioritas bagi masyarakat kurang mampu, serta Satu Desa Satu Sarjana, program kuliah gratis untuk mencetak lulusan perguruan tinggi dari setiap desa di Kabupaten Tegal.
Hingga berita ini disusun, belum dirinci besaran anggaran maupun jadwal realisasi atas aspirasi yang masuk, karena masih menunggu hasil kajian pemerintah daerah. Program Tilik Desa sendiri merupakan agenda yang telah berjalan sejak kepemimpinan bupati sebelumnya dan kini dikombinasikan dengan olahraga bersama. Sumber: MercuSwaraNews dan Panjikita.id.