Suarapantura.com - Kebakaran melanda kawasan hutan pinus di Gunung Anjing, Desa Batunyana, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, pada Kamis (15/10/2026). Api yang membakar semak belukar dan ranting kering berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 15.00 WIB, setelah tim gabungan bergerak ke lokasi sejak laporan pertama diterima sekitar pukul 12.15 WIB.
Lokasi kebakaran berada di Petak 21 RPH Dktengah, BKPH Bumijawa. Kobaran api sempat mendekati permukiman warga di Dukuh Andongsili, sehingga upaya pemadaman diprioritaskan agar api tidak merambat ke area tempat tinggal warga.
Pemadaman melibatkan personel Polsek Bojong, Koramil Bojong, Pemerintah Desa Batunyana, petugas pemadam kebakaran, relawan, dan warga setempat. Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke titik-titik yang dapat dijangkau kendaraan.
Koordinasi antarunsur menjadi kunci dalam penanganan kebakaran ini. Aparat kepolisian dan TNI bersama pemerintah desa bergerak bersama ke lokasi, sementara petugas pemadam kebakaran menangani titik api yang dapat dijangkau kendaraan. Relawan dan warga membantu pemadaman manual di titik-titik yang sulit dijangkau hingga api benar-benar padam.
Medan yang sulit menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran ini. Di lokasi yang tidak dapat dijangkau mobil pemadam, petugas bersama warga memadamkan api secara manual dengan peralatan yang tersedia hingga api benar-benar padam dan tidak lagi berpotensi menyala kembali.
Berdasarkan perkiraan di lapangan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 1,5 hektare. Api hanya membakar semak belukar dan ranting kering. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan dalam peristiwa ini.
Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Kapolsek Bojong IPTU Setiadi Mujahidin mengimbau warga untuk waspada di tengah cuaca kering, tidak membakar sampah, ranting, maupun semak di dekat kawasan hutan pinus, serta segera melapor kepada petugas apabila melihat asap atau titik api.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau, ketika vegetasi yang kering mudah tersulut dan api dapat merambat dengan cepat. Kewaspadaan bersama serta laporan yang cepat dari warga dinilai menjadi kunci agar kebakaran serupa dapat dicegah dan ditangani sejak dini.
Sumber: Radar Tegal, Disway Jateng.