Suarapantura.com - Kota Tegal menjadi tujuan kunjungan kerja Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro pada Sabtu (10/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Juri mengajak masyarakat yang melintas di wilayah Tegal untuk keluar dari jalan tol dan singgah menikmati kekayaan kuliner serta budaya setempat.
Kunjungan itu berlangsung di Pringgitan, kompleks Balai Kota Tegal. Juri didampingi Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan bertemu sejumlah tokoh masyarakat serta budayawan. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai kebudayaan lokal Tegal.
Dalam diskusi itu, Juri berbincang dengan budayawan Kota Tegal Atmo Tan Sidik dan mantan Wakil Wali Kota Tegal periode 2004–2009, Dr. Maufur. Keduanya diajak bertukar pandangan mengenai rekam jejak dan dinamika kebudayaan lokal, termasuk nasib bahasa daerah di tengah perubahan zaman.
Salah satu pesan utama yang disampaikan Juri adalah ajakan melestarikan bahasa Ngapak. Menurut dia, bahasa Ngapak merupakan bahasa ibu yang kini mulai jarang digunakan generasi muda. Jika kecenderungan tersebut dibiarkan, bahasa yang menjadi identitas warga Tegal itu dinilai terancam hilang.
Juri menegaskan pelestarian bahasa daerah tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Masyarakat, orang tua, pemerintah, dan lembaga pendidikan dinilai sama-sama bertanggung jawab menjaga agar bahasa lokal tetap hidup. Keluarga disebut sebagai ruang komunikasi sehari-hari, sedangkan sekolah berperan melalui muatan lokal.
Lebih jauh, Juri menilai bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa lokal, kata dia, menyimpan nilai kehidupan dan kearifan yang diwariskan para leluhur. Merawat bahasa daerah berarti menjaga pandangan hidup masyarakat setempat sekaligus membentuk karakter generasi penerus.
Selain isu bahasa, Juri juga mengapresiasi kuliner khas Tegal. Ia mengaku masih menikmati sejumlah hidangan tradisional, antara lain batibul, mochi, tahu aci, dan soto tauco, serta teh poci yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Cita rasa yang terjaga dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Karena itu, Juri mengajak para pengguna jalan tol, baik dari arah Jakarta maupun dari arah timur, untuk menyempatkan diri keluar dari gerbang tol dan mencicipi kuliner Tegal secara langsung. Ajakan tersebut juga dimaksudkan untuk menggerakkan perekonomian dan pariwisata daerah.
Upaya pelestarian bahasa daerah di Tegal sebelumnya tampak dalam sejumlah kegiatan, antara lain penggunaan bahasa Tegalan dalam upacara Hari Jadi Kota Tegal dan lomba line dance berbahasa Tegal. Kunjungan Juri dinilai menjadi momentum memperkuat komitmen tersebut agar identitas Tegal tetap terjaga di tengah arus modernisasi.
Melalui kunjungan ini, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan semakin mengenal kekayaan kuliner dan budaya Tegal, sekaligus ikut menjaga tradisi lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sumber: Ketik, MercuSwaraNews, Panjikita