Suarapantura.com - Warga di dua desa di Kabupaten Tegal yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau mendapatkan bantuan dari Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Tegal. Bantuan tahap awal berupa 10 tangki air bersih mulai disalurkan pada Jumat (16/10/2026) melalui Gerakan Berbagi Air Bersih.
Dua wilayah yang menjadi sasaran awal adalah Desa Karangmalang di Kecamatan Kedungbanteng dan Desa Harjosari Kidul di Kecamatan Suradadi. Kedua desa tersebut termasuk wilayah yang masih dilanda kekeringan sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Air bantuan tersebut ditujukan untuk kebutuhan dasar rumah tangga, mulai dari minum, mandi, hingga mencuci. Di tengah kemarau yang belum mereda, pasokan air menjadi kebutuhan mendesak karena sumber-sumber air warga menyusut dan tidak selalu dapat diandalkan.
Koordinator Presidium MD KAHMI Kabupaten Tegal, Rido Rejekiono, menjelaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari kepedulian terhadap warga yang kesulitan air. Menurut dia, air merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh membuat warga terus kesulitan hanya untuk memenuhi keperluan minum, mandi, dan mencuci. Gerakan ini mengusung pesan Air untuk Kehidupan, Berbagi untuk Kebahagiaan, Bergerak untuk Kemanusiaan.
Selain membantu kebutuhan sehari-hari, keterbatasan akses air bersih juga berkaitan dengan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar beban warga selama musim kemarau dapat diringankan.
MD KAHMI Kabupaten Tegal menyatakan bantuan tidak akan berhenti di dua desa tersebut. Penyaluran direncanakan berlanjut ke wilayah lain yang juga mengalami kekurangan air, di antaranya Desa Mokaha dan Desa Sitail.
Penyaluran dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan. Panitia juga mengajak berbagai unsur masyarakat untuk ikut terlibat, sebab penanganan kekeringan tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Semangat gotong royong diharapkan membuat bantuan air bersih dapat terus mengalir ke desa-desa yang masih kekurangan.
Di Kabupaten Tegal, kekeringan masih melanda sejumlah wilayah. Bantuan dari berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat menutup kesenjangan pasokan air sambil menunggu musim hujan tiba. Warga diimbau memanfaatkan air bantuan secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak.
Sumber: Metro Media News dan Radar Tegal.