Suarapantura.com - Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk tronton dan sejumlah kendaraan lain terjadi di Bumiayu, Kabupaten Brebes, pada Jumat (16/10/2026) malam. Satu pengendara sepeda motor meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan turunan Talok hingga tikungan Ataba, Jalan Diponegoro, Bumiayu. Truk tronton bernomor polisi B 9367 UYT melaju dari arah utara menuju selatan ketika memasuki jalur menurun tersebut. Truk diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman sehingga lajunya tidak terkendali.
Truk kemudian oleng dan menabrak sejumlah kendaraan yang berada di jalurnya, termasuk sepeda motor dan mobil. Setelah benturan beruntun itu, truk menabrak pembatas jalan dan menghantam tembok rumah di pinggir jalan. Benturan tersebut juga membuat salah satu kendaraan yang terlibat terbalik di bahu jalan.
Pengendara sepeda motor yang meninggal dunia diketahui bernama Melia Andini (31), warga Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian dan jenazahnya dibawa ke RSUD Bumiayu. Korban luka mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat.
Pengemudi truk dilaporkan selamat. Seorang warga di sekitar lokasi menyebut sopir mengaku kendaraannya mengalami rem blong. Pernyataan tersebut belum dikonfirmasi kepolisian, dan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan aparat.
Petugas kepolisian melakukan evakuasi korban dan kendaraan serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Ruas tersebut bukan kali pertama menjadi lokasi kecelakaan. Pada September 2026, kecelakaan di ruas Talok-Ataba juga menewaskan tiga pemuda asal Desa Kaliwadas, Bumiayu. Kecelakaan truk yang diduga mengalami rem blong juga beberapa kali terjadi di jalur Paguyangan hingga Bumiayu, sehingga kewaspadaan ekstra diperlukan saat melintasi kawasan tersebut.
Ruas Jalan Diponegoro di kawasan Talok hingga Ataba dikenal sebagai jalur menurun dengan tikungan tajam. Pengendara yang melintas diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama sistem rem. Pengemudi kendaraan besar juga diingatkan untuk menggunakan gigi rendah saat melintasi turunan panjang dan memanfaatkan jalur penyelamat bila tersedia ketika rem mengalami gangguan.
Sumber: Mantiq Media, MercuSwaraNews.