Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Sekitar 1.000 Kapal Nelayan di Tegal Dilaporkan Tak Melaut karena Solar Subsidi Sulit Didapat

M teguh•
Seputar Bregas

Foto: Majalah Fakta

Suarapantura.com - Sekitar 1.000 kapal kecil milik nelayan tradisional di Kabupaten Tegal dilaporkan tidak dapat melaut karena kesulitan memperoleh solar subsidi. Kondisi tersebut terjadi di sepanjang aliran sungai dari Jembatan Surodadi hingga Bojongsana, dan telah berlangsung hampir satu bulan.

Sarki, nelayan sekaligus pemilik kapal asal Desa Bojongsana, mengatakan aktivitas melaut terhenti karena solar subsidi di SPBU sebelah barat Jembatan Surodadi tidak tersedia. Upaya mencari bahan bakar ke SPBU Peleman dan Babatan, menurut dia, belum membuahkan hasil.

Para nelayan mengaku sudah mengantongi Kartu Nelayan yang diterbitkan pemerintah sebagai jaminan memperoleh solar subsidi. Namun, kepemilikan kartu tersebut dinilai belum menjamin pasokan bahan bakar benar-benar tersedia di lapangan.

Bea Cukai Tegal dan Pemkab Brebes Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal Senilai Rp 7,93 Miliar
Baca Juga · Seputar Bregas
Bea Cukai Tegal dan Pemkab Brebes Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal Senilai Rp 7,93 Miliar

Satu kapal kecil biasanya diawaki dua orang. Jika sekitar 1.000 kapal tidak melaut, maka sekitar 2.000 nelayan kehilangan penghasilan harian. Dampaknya langsung terasa pada kehidupan keluarga nelayan pesisir.

Kapal-kapal kecil itu kini berjajar di tepi sungai dan tidak bergerak. Jaring-jaring terlipat dan peralatan tangkap tidak digunakan, sementara keluarga nelayan menunggu kepastian kapan mereka dapat kembali melaut.

Pemkab Brebes Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Penurunan Stunting
Baca Juga · Seputar Bregas
Pemkab Brebes Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Penurunan Stunting

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sarki mengaku mengandalkan bantuan anaknya yang bekerja di luar negeri. Ia mengatakan, tanpa bantuan tersebut, keluarganya terpaksa mencari pinjaman untuk makan.

Selain persoalan bahan bakar, nelayan juga mengeluhkan keberadaan kapal yang diduga menggunakan pukat harimau. Alat tangkap tersebut dinilai merugikan nelayan tradisional karena jaring dan badong untuk menangkap rajungan dilaporkan hilang atau rusak. Dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan langsung dari instansi berwenang untuk memastikan jenis alat tangkap yang digunakan dan kemungkinan pelanggaran aturan perikanan.

Kabupaten Tegal Kantongi 9 Medali di Porprov Jateng 2026, Esport Sumbang Emas Free Fire
Baca Juga · Seputar Bregas
Kabupaten Tegal Kantongi 9 Medali di Porprov Jateng 2026, Esport Sumbang Emas Free Fire

Para nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi. Mereka meminta pasokan solar subsidi kembali tersedia bagi nelayan yang memenuhi persyaratan, serta meminta dugaan penggunaan pukat harimau ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga pemberitaan ini disusun, penyebab terhentinya pasokan solar subsidi di SPBU tersebut belum diketahui secara pasti. Para nelayan mengaku tidak pernah memperoleh penjelasan yang jelas mengenai persoalan tersebut.

Nelayan juga meminta pemerintah daerah dan pihak terkait turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluhan mereka, agar persoalan bahan bakar dan alat tangkap dapat diselesaikan secara adil dan berkelanjutan.

Sumber: Slawiraya, Majalah Fakta.

Tags:
#tegal#nelayan#solar subsidi#bregas#pukat harimau
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…