Suarapantura.com - Pemerintah Kabupaten Brebes memaparkan perkembangan terbaru angka kemiskinan di daerahnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah warga miskin di Brebes berkurang sekitar 26 ribu orang dalam setahun, dari 283 ribu jiwa pada Maret 2024 menjadi 257 ribu jiwa pada Maret 2025.
Persentasenya ikut menurun, dari 15,60 persen menjadi 14,15 persen dari total penduduk sekitar 2,09 juta jiwa. Artinya, sekitar satu dari tujuh warga Brebes masih tergolong miskin, dengan rata-rata pengeluaran di bawah garis kemiskinan Rp563.762 per orang per bulan.
Meski menunjukkan perbaikan, angka tersebut masih menjadi persentase kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Pemerintah daerah menegaskan pekerjaan pengentasan kemiskinan belum selesai dan warga yang sudah keluar dari garis kemiskinan perlu dijaga agar tidak kembali terjerat kesulitan ekonomi.
Kemiskinan ekstrem juga menunjukkan perbaikan. Persentasenya turun dari 0,75 persen pada 2024 menjadi 0,39 persen pada 2025, atau kurang dari satu dari seratus warga. Angka ini sudah termasuk dalam angka kemiskinan, bukan tambahan di luar itu.
Untuk menekan angka kemiskinan, Pemkab Brebes menjalankan sejumlah program yang dibiayai anggaran daerah. Program Wareg Sedoyo menyalurkan paket sembako dalam empat tahap kepada 14.000 keluarga yang belum terjangkau bantuan pusat. Pemkab juga membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi 87.362 warga setiap bulan.
Selain itu, layanan Nakes ke Rumah yang dijalankan Dinas Kesehatan telah menjangkau 61.664 warga dari target 75.000 warga. Pada 2026, sebanyak 468 rumah diperbaiki atau dibangun baru, termasuk 77 rumah milik korban bencana.
Pemerintah daerah juga mengawal sejumlah program pusat. Sebanyak 3.150 keluarga disiapkan lulus dari Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Kementerian Sosial agar bisa mandiri. Brebes juga memperoleh kuota bedah rumah 2026 sebanyak 1.545 unit, sementara 207 anak bersekolah di Sekolah Rakyat di Larangan yang merupakan sekolah gratis berasrama.
Bantuan pusat lainnya berupa PKH untuk 106.537 keluarga dan sembako untuk 197.094 keluarga. Pemkab menjelaskan satu keluarga dapat menerima PKH dan sembako sekaligus, sehingga kedua angka tersebut tidak dijumlahkan.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyebut penurunan angka kemiskinan sebagai perkembangan positif, namun tantangannya masih besar. Pemerintah daerah menyatakan akan terus menggenjot intervensi sosial, mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan, hingga program bedah rumah.
Sumber: MercuSwara, Mantiq Media, data BPS.