Suarapantura.com - Festival Literasi Brebes 2026 ditutup dengan lomba mewarnai tingkat PAUD dan TK se-Kabupaten Brebes pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di kompleks Perpustakaan Daerah Kabupaten Brebes, Jalan Raya GOR Nomor 2, Kelurahan Gandasuli, itu diikuti 70 anak.
Lomba diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Brebes dengan dukungan Gramedia Tegal. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan tidak dipungut biaya. Panitia sebelumnya membuka kuota hingga 100 anak, dan pada hari pelaksanaan hadir 70 peserta. Selain lomba mewarnai, rangkaian penutupan festival juga diisi sesi mendongeng untuk anak-anak.
Festival Literasi Brebes 2026 mengusung tema Literasi Maju, Brebes Beres dan berlangsung selama empat hari, 15 hingga 18 Oktober 2026. Rangkaian kegiatannya mencakup bazar buku murah, bedah buku karya penulis lokal, pelatihan, pertunjukan seni dan budaya, serta beragam lomba untuk pelajar. Festival ini dibuka Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma pada Kamis, 15 Oktober 2026. Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua dan menjadi agenda tahunan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2022 tentang Perpustakaan.
Kepala Dinarpus Brebes menyatakan festival ini dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya baca di tengah masyarakat. Menurut dia, festival menjadi wadah untuk mendongkrak minat baca, dan lomba mewarnai menjadi salah satu cara menjangkau anak usia dini agar akrab dengan perpustakaan sejak kecil.
Mewarnai dinilai membantu melatih motorik halus, daya imajinasi, dan kepercayaan diri anak. Aktivitas kreatif tersebut juga menjadi pintu masuk untuk mengajak anak mencintai buku dan perpustakaan. Pada akhir lomba, panitia mengumumkan para pemenang dan menyerahkan hadiah kepada mereka di atas panggung festival.
Penutupan festival juga memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang membuka stan di sekitar lokasi acara. Selama empat hari penyelenggaraan, ramainya pengunjung turut mendorong penjualan mereka. Kepala Dinarpus Brebes menyebut penyelenggaraan kegiatan berjalan lancar sejak hari pertama dan antusiasme warga terlihat dari kedatangan mereka mengikuti berbagai agenda festival.
Penyelenggara berharap festival literasi dapat terus menjadi ruang bagi anak dan masyarakat untuk berkreasi serta membangun kebiasaan membaca sejak dini. Festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi memperluas gerakan literasi di tengah masyarakat.
Sumber: MercuSwaraNews, BeritaKota.id