Suarapantura.com - Keluarga buruh serabutan di Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mendapat keringanan besar setelah biaya persalinan dan perawatan bayinya yang lahir prematur dibebaskan. Bayi tersebut kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bumiayu.
Ibu bayi itu bernama Najiba Dara Niggar, berusia 30 tahun. Ia melahirkan anak pertamanya pada Kamis, 15 Oktober 2026. Bayi lahir dengan berat 1,8 kilogram dan panjang 43 sentimeter, sehingga membutuhkan perawatan khusus di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Persoalan muncul karena kepesertaan BPJS Kesehatan milik Najiba tidak aktif akibat tunggakan iuran. Kondisi itu membuat keluarga kesulitan menutup biaya persalinan dan perawatan bayi. Suami Najiba bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu, sehingga keluarga sempat kebingungan mencari jalan keluar.
Keluarga sebelumnya telah meminta bantuan melalui pemerintah desa. Permohonan itu kemudian diteruskan hingga mendapat perhatian Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Pemerintah Kabupaten Brebes akhirnya memberikan pembebasan biaya persalinan dan perawatan bayi Najiba di RSUD Bumiayu.
Pelaksana tugas Direktur RSUD Bumiayu, Hero Irawan, menyampaikan bahwa rumah sakit memberikan pembebasan biaya kepada pasien dari keluarga tidak mampu, termasuk bayi yang membutuhkan penanganan intensif. Pihak rumah sakit juga membantu mengurus kepesertaan BPJS agar tidak lagi menjadi hambatan bagi keluarga.
Selain pemerintah daerah dan rumah sakit, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes turut turun tangan. Wakil Ketua IV BAZNAS Brebes, Mujib Shodiq Sukhaimi, mendatangi RSUD Bumiayu pada Jumat, 16 Oktober 2026, untuk memastikan kondisi pasien sekaligus berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit. Dalam kunjungan itu, ia didampingi dokter dari rumah sakit tersebut.
Setelah dari rumah sakit, tim BAZNAS mendatangi rumah keluarga Najiba di Desa Kalierang. Dari peninjauan itu, tim mendapati rumah yang ditempati keluarga tersebut dalam kondisi tidak layak huni. BAZNAS kemudian berencana mengusulkan bantuan perbaikan rumah agar keluarga dapat tinggal di tempat yang lebih layak.
Najiba menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Ia juga menerima bingkisan dari pihak rumah sakit.
Kasus ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan fasilitas kesehatan dalam menangani warga yang menghadapi kesulitan mendesak. Persalinan merupakan kebutuhan kesehatan yang tidak dapat ditunda, sehingga penanganan cepat dan kepastian pembiayaan menjadi sangat menentukan bagi keselamatan ibu dan bayi.
Sumber: Lemspsi dan MercuSwaraNews.